iniSO.co – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto membuka kesempatan pendaftaran hak cipta gratis UMKM Mojokerto dengan kuota sebanyak 100 peserta. Program ini ditujukan untuk meningkatkan perlindungan karya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal.
Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan UMKM di Kota Mojokerto.
“Kesempatan dua hari ini silakan digunakan untuk mendapat ilmu sebanyak mungkin. Bagi yang sudah punya produk, segera ditindaklanjuti,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Ita di sela kegiatan sosialisasi hak cipta di salah satu hotel di Mojokerto.
Program sosialisasi hak cipta gratis UMKM Mojokerto ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berkarya dan berinovasi. Selain itu, pendaftaran hak cipta dinilai penting agar produk UMKM memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Ning Ita menegaskan, langkah ini juga bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan program ini merupakan upaya mempersiapkan ekosistem pariwisata di Kota Mojokerto. Pelaku UMKM diharapkan mampu mendukung pengembangan berbagai destinasi wisata yang tengah dibangun oleh pemerintah kota.
“Saya ingin warga Kota Mojokerto menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Jangan hanya jadi penonton. Anda semua harus bisa menjadi pemain dalam industri pariwisata ini,” tegasnya.
Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya melaporkan, kegiatan sosialisasi diikuti 30 peserta dari berbagai jenis usaha, seperti batik, eco-print, aksesori, alas kaki, resin, miniatur kapal, hingga kerajinan tangan.
“Minggu besok peserta diminta membawa produk terbaiknya. Kami targetkan minimal 30 UMKM langsung memanfaatkan program dari total 100 kuota yang tersedia,” ujarnya.
Dengan adanya program hak cipta gratis UMKM Mojokerto ini, pemerintah berharap pelaku usaha lokal semakin percaya diri mengembangkan produknya sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan industri kreatif dan pariwisata.

