iniSO.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan peluang transaksi serta memperluas akses pasar.
Langkah ini dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari membuka akses promosi yang lebih luas hingga meningkatkan visibilitas jenama lokal di berbagai platform dan kegiatan nasional.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa kementerian memfokuskan intervensinya pada aspek akselerasi usaha.
“Kementerian Ekraf memfokuskan intervensinya pada aspek akselerasi usaha, yang bertujuan menyiapkan pelaku dan jenama ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Menurut Yuke, potensi ekonomi kreatif selama bulan Ramadhan hingga Idulfitri sangat besar, terutama di sektor fesyen dan kuliner. Hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas sosial, budaya, serta konsumsi masyarakat.
Di sektor fesyen, tren modest wear modern semakin diminati sebagai bagian dari identitas sekaligus simbol kebersamaan saat hari raya. Sementara itu, sektor kuliner mengalami lonjakan signifikan melalui tradisi berbagi seperti bingkisan Lebaran, serta meningkatnya permintaan makanan praktis seperti frozen food untuk sahur dan takjil inovatif dengan kemasan premium.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenekraf melibatkan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan promosi dan pemasaran. Beberapa di antaranya seperti Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026, kegiatan Imlek Festival, hingga Modest Luxe by Scarf Media.
“Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha ekraf diberikan ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring pasar, serta meningkatkan penjualan di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan,” kata Yuke.
Tak hanya itu, Kemenekraf juga mendorong partisipasi UMKM dalam berbagai pameran strategis seperti Garis Poetih by Ivan Gunawan, serta mendukung pertumbuhan industri parfum lokal melalui pameran Jagat Aroma dan Alif Raya Market.
Dalam upaya jangka panjang, Kemenekraf menghadirkan sejumlah program strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Di antaranya adalah program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang mendorong pelaku usaha go global.
Selain itu, terdapat program Bedah Desain Kemasan (Bedakan) yang berfokus pada peningkatan kualitas visual dan branding produk, serta Masak Bersama Master Chef (MASAMO) yang membantu inovasi produk kuliner.
Kemenekraf juga активно meningkatkan eksposur jenama lokal melalui media sosial resmi seperti akun @ekraf.ri, guna menjangkau pasar yang lebih luas secara digital.
Dengan berbagai langkah ini, Kementerian Ekraf optimistis sektor ekonomi kreatif, khususnya UMKM, akan semakin berkembang dan mampu memanfaatkan momentum Ramadhan serta Idulfitri sebagai peluang peningkatan omzet dan ekspansi pasar.

