Oleh: Gatot Sundoro
iniSO.co – Hari ini Muhammadiyah telah menetapkan bahwa hari raya Idul Fitri adalah hari Jum’at 20 Maret 2026. Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah ini sebagai tanda berakhirnya bulan suci ramadhan. Saat hari raya Idul Fitri, umat Islam dilarang berpuasa.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Nabi Saw melarang puasa pada dua hari, yaitu : Idul Fitri dan Idul Adha (HR. Muslim).
Sedangkan saudara kita Nahdiyin dan juga Pemerintah telah menetapkan bahwa hari raya jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan penetapan 1 Syawal ini bukanlah hal yang baru, setiap tahun selalu menghadirkan reaksi yang sama ‘perdebatan’ ; terutama di media sosial.
Perbedaan penentuan hari raya ini, berbeda karena dasar penetapannya. Keduanya memiliki dasar syar’i yang kuat.
Muhammadiyah berdasarkan HISAB (Perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan), berdasarkan firman ALLOH SWT pada QS. Ar-Rahman: 5 ” Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.”
Sedangkan Pemerintah dan Nahdiyin berdasarkan RUKYAT : Pengamatan langsung hilal (bulan sabit pertama), berdasarkan hadits Nabi Saw :” Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dua dalil itu menunjukkan Islam memberi ruang pendekatan baik melalui observasi maupun analisa (perhitungan). Perbedaan yang muncul bukanlah penyimpangan, melainkan hasil dari ijtihad.
Bagaimana di jaman Nabi Saw?
Perbedaan hari raya pernah terjadi di jaman Nabi Saw. Hal ini disebabkan tidak ada orang yang melihat hilal, sehingga puasa digenapkan 30 hari.
Kisah itu diketahui saat sahabat Kuraib diutus menemui Muawiyah di Syam, di Syam ia telah melihat hilal pada malam Jum’at, Saat Kuraib kembali ke Madinah pada akhir ramadhan, ia ditanya oleh Ibnu Abbas perihal melihat hilal (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi dll)
Di Syam, hilal terlihat malam Jum’at, sedangkan di Madinah terlihat malam Sabtu, sehingga puasanya digenapkan 30 hari. Padahal jarak Syam (Palestina/Suriah/Lebanon) dam Madinah relatif dekat, sekitar 1.100 km. Namun penetapan hari raya Idul Fitri nya berbeda.

