iniSO.co – Kehadiran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Sidoarjo mulai memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini tidak sekadar menghadirkan bangunan koperasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi ekonomi berbasis desa yang semakin terorganisir.
Melalui KDMP, para pelaku UMKM kini memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang. Mereka dapat bergabung sebagai anggota koperasi maupun menjadi mitra usaha, sehingga roda perekonomian desa dapat berputar lebih kuat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Edi Kurniadi menyampaikan bahwa konsep KDMP dirancang fleksibel sesuai potensi masing-masing desa.
“Komoditi diserahkan sepenuhnya kepada desa setempat sesuai kebutuhan lokal. Bisa toko sembako, peternakan, dan lain-lain,” ujarnya, Selasa (24/3).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 71 KDMP telah dibangun atau masih dalam tahap pembangunan di berbagai wilayah di Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 45 unit sudah mulai beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Beberapa KDMP yang telah berjalan tersebar di sejumlah wilayah, seperti Desa Prasung (Buduran), Tambak Kalisogo (Jabon), Bungurasih (Waru), hingga Kelurahan Magersari. Kehadiran koperasi ini mulai menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di tingkat lokal.
Edi menegaskan bahwa KDMP memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari petani, pedagang kecil, hingga penyedia kebutuhan pokok.
“Dampaknya pasti positif bagi UMKM. Mereka bisa menjadi bagian dari KDMP, baik sebagai anggota maupun mitra,” tambahnya.
Dengan adanya integrasi ini, pelaku usaha di desa tidak lagi berjalan sendiri, melainkan terhubung dalam ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pembangunan sebanyak 346 KDMP secara bertahap. Program ini diyakini mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus memperluas jaringan usaha masyarakat.
Konsep berbasis kebutuhan lokal yang diusung KDMP menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan pendekatan tersebut, setiap desa dapat mengembangkan potensi unggulannya masing-masing.
Dengan hadirnya KDMP, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam menggerakkan ekonomi. Program ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang berangkat dari potensi lokal.
Ke depan, KDMP berpotensi menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi inklusif di Sidoarjo—mendorong UMKM naik kelas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

