iniSO.co – Momentum bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Lebaran kembali menjadi berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat signifikan selama periode ini mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud mengungkapkan bahwa Ramadan dan Lebaran merupakan momen strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
“Selama puasa hingga menjelang Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Mulai dari yang (usaha) kecil sampai yang besar ikut merasakan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Machmud menjelaskan, sektor kuliner menjadi yang paling terdampak positif selama Ramadan. Permintaan makanan meningkat tajam, mulai dari makanan kemasan, makanan siap saji, hingga jajanan kaki lima seperti gorengan yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
Perubahan pola konsumsi masyarakat juga menjadi faktor utama. Saat menjalankan ibadah puasa, masyarakat cenderung membeli lebih banyak jenis makanan saat waktu berbuka.
“Namanya puasa, siang tidak makan. Tapi saat berbuka justru kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa,” jelasnya.
Tak hanya pelaku usaha kecil, sektor restoran juga merasakan dampak positif. Tradisi buka puasa bersama atau bukber membuat banyak restoran dipenuhi pengunjung.
“Restoran biasanya penuh. Banyak yang sudah melakukan reservasi untuk buka bersama,” tambah Machmud.
Fenomena ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan omzet secara signifikan selama Ramadan.
Selain kuliner, pelaku usaha parcel juga mengalami lonjakan permintaan. Tradisi saling berbagi bingkisan menjelang Lebaran mendorong peningkatan pesanan yang cukup signifikan dibanding hari biasa.
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya berdampak pada sektor konsumsi makanan, tetapi juga memperluas perputaran ekonomi di sektor lainnya.
Ke depan, Machmud mengingatkan pelaku UMKM agar lebih jeli dalam melihat peluang pasar. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren yang sedang berkembang, termasuk produk viral yang diminati masyarakat.
“Pelaku usaha harus siap sejak awal menyambut Ramadan dan Lebaran. Pedagang juga harus bisa membaca tren atau hal yang sedang viral karena itu memengaruhi minat masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Machmud menilai pemerintah daerah perlu lebih aktif dalam memperkuat ekonomi masyarakat selama Ramadan. Menurutnya, langkah yang dilakukan selama ini masih terbatas.
“Selama ini pemkot terkesan pasif. Hanya menggelar pasar murah, tapi kenyataannya harga yang dijual seringkali sama dengan harga di pasaran,” pungkasnya.

