iniSO.co – Gelombang wisatawan yang memadati Kota Batu saat libur Lebaran 2026 membawa dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga industri kreatif mencatat lonjakan pendapatan yang cukup menggembirakan.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan berdampak langsung pada kenaikan omzet pelaku usaha, khususnya di sentra oleh-oleh dan sektor jasa pariwisata.
“Kami mencatat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kenaikan omzet pelaku UMKM dan sentra oleh-oleh di kisaran 30 hingga 40 persen,” ujarnya dalam Dialog Interaktif Operasi Ketupat 2026, Selasa (24/3).
Lonjakan omzet UMKM Kota Batu ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama saat momentum libur panjang seperti Lebaran.
Meski permintaan meningkat, Pemerintah Kota Batu tetap mengedepankan perlindungan konsumen. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), pengawasan dilakukan secara ketat.
Pemantauan difokuskan pada jaminan produk industri kecil menengah (IKM), mulai dari memastikan produk bebas dari tanggal kedaluwarsa hingga kondisi kemasan yang layak. Selain itu, pengawasan harga juga diperketat untuk mencegah praktik kenaikan harga tidak wajar (price gouging) yang berpotensi merugikan wisatawan.
Tak hanya sektor UMKM, Pemkot Batu juga memastikan stabilitas kebutuhan pokok dan energi selama libur Lebaran tetap terjaga. Stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging di Pasar Induk Among Tani dilaporkan aman hingga dua minggu ke depan.
Untuk mendukung tingginya mobilitas wisatawan, Pemkot Batu juga berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
“Pasokan BBM di seluruh SPBU Kota Batu dalam status sangat aman. Kami juga menyiagakan armada motorist dan mobil tangki cadangan di titik rawan macet agar mobilitas tidak terganggu,” tambah Nurochman.
Keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi selama libur Lebaran ini tidak lepas dari kolaborasi antara Pemkot Batu dengan Satgas Pangan Polres Batu. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari gudang distributor hingga uji tera mesin pompa SPBU untuk memastikan akurasi takaran dan mencegah praktik penimbunan.
Dengan distribusi logistik yang lancar serta prioritas akses bagi kendaraan pengangkut bahan pokok di jalur utama, Kota Batu optimistis momentum libur Lebaran 2026 menjadi pendorong penguatan ekonomi daerah.
“Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi pascapandemi dan menghadapi dinamika global,” pungkasnya.

