iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk kembali menggelar Festival Pulang Kampung 2026 Nganjuk sebagai ajang hiburan sekaligus penggerak ekonomi lokal selama momentum mudik Lebaran. Event tahunan ini berlangsung mulai 16 hingga 29 Maret 2026 di lapangan outdoor GOR Bung Karno, Jalan Barito, Kelurahan Begadung.
Mengusung tagline “budal merantau gae masa depan, bali neng Nganjuk gae nentremne pikiran”, festival ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan dan menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi para perantau yang pulang kampung, sekaligus hiburan bagi warga lokal dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Festival Pulang Kampung 2026 ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan pemudik, sekaligus menghadirkan suasana yang menyenangkan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Lebih dari sekadar hiburan, Festival Pulang Kampung 2026 Nganjuk juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sekitar 100 pelaku UMKM lokal turut ambil bagian dalam bazar multiproduk dan festival kuliner.
Beragam produk unggulan ditawarkan, mulai dari makanan khas, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya yang menarik minat pengunjung.
“Dengan kegiatan seperti ini ekonomi Nganjuk akan terus bergerak. UMKM tumbuh dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tambah Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen.
Puncak keramaian festival terjadi pada malam hari, khususnya pada Jumat dan Sabtu (20–21 Maret 2026). Ribuan warga memadati area festival untuk menikmati hiburan, berburu kuliner, hingga mengikuti berbagai kegiatan.
Selain bazar UMKM, pengunjung juga disuguhkan beragam acara seperti lomba mewarnai, wahana permainan keluarga, panggung musik live, serta pertunjukan seni tradisional seperti jaranan dan barongsai.
Festival ini resmi dibuka pada Senin (16/3/2026) dengan prosesi pemotongan pita dan atraksi kesenian yang meriah.
Bagi para perantau, Festival Pulang Kampung 2026 Nganjuk menjadi sarana melepas rindu sekaligus menikmati suasana kampung halaman yang hangat.
“Kita ingin menghadirkan suasana yang menentramkan hati para pemudik saat pulang ke Nganjuk,” ujar Kang Marhaen.
Salah satu pengunjung, Istin Suryani (50), pemudik asal Jakarta, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival tersebut.
“Bagus sekali, apalagi saya bawa anak-anak. Jadi mereka tetap bisa menikmati hiburan menarik di kampung halaman,” ungkapnya.
Keberadaan Festival Pulang Kampung 2026 Nganjuk menjadi bukti bahwa event daerah mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku UMKM, festival ini diharapkan terus berkembang dan menjadi agenda unggulan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung di tahun-tahun mendatang.

