iniSO.co – Banyak pelaku UMKM memiliki produk unggulan, namun masih menghadapi berbagai kendala untuk menembus pasar internasional. Mulai dari minimnya pemahaman prosedur ekspor hingga strategi bisnis global, tantangan tersebut kerap menghambat potensi besar yang dimiliki pelaku usaha lokal.
Melihat kondisi tersebut, kantor-kantor Bea Cukai terus menggencarkan asistensi bagi UMKM berpotensi ekspor di Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
“Kegiatan asistensi merupakan bagian dari fungsi industrial assistance Bea Cukai untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga tingkat internasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Di Surabaya, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I memberikan asistensi kepada UMKM Anaria Souvenir. Usaha yang bergerak di bidang kerajinan resin premium ini dikenal dengan produk dekoratif dan gift artisanal yang mengangkat sentuhan budaya lokal.
Pemilik Anaria Souvenir, Ria Saktia, menyambut baik kunjungan tersebut. Dengan kualitas seni tinggi dan standar produksi yang mendukung ekspor, produk Anaria dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.
Sementara itu di Bondowoso, Bea Cukai Jember mengasistensi dua UMKM binaan, yakni CV. Masiyan Arabica Caffee Farmers dan UD. Arang Farah.
CV. Masiyan Arabica Caffee Farmers yang berlokasi di Kecamatan Sumber Wringin telah sukses mengekspor kopi arabika ke berbagai negara seperti Turki dan Polandia. Pemilik usaha, yang akrab disapa Mas Iyan, menyampaikan perkembangan bisnisnya sekaligus harapan untuk ekspansi pasar yang lebih luas.
Bea Cukai Jember pun menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi kebutuhan pengembangan usaha tersebut.
Di sisi lain, UD. Arang Farah yang berbasis di Kecamatan Tenggarang juga menunjukkan performa ekspor yang menjanjikan. UMKM ini telah memasarkan arang kayu ke berbagai negara, dengan Korea Selatan sebagai pasar utama. Pemilik usaha, Hermawan, mengungkapkan perjalanan bisnisnya hingga mampu melakukan ekspor mandiri, sekaligus mengapresiasi dukungan Bea Cukai.
Klinik Ekspor Perkuat Strategi Bisnis Global
Tak hanya itu, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang di Kota Batu juga memberikan asistensi kepada PT MBA Workshop, produsen body kendaraan berbahan aluminium dan fiberglass yang telah menembus pasar ekspor.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyampaikan sejumlah kendala dalam menjajaki pasar internasional. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Pitoyo Pribadi, menekankan pentingnya ketelitian dalam kesepakatan perdagangan internasional.
Ia juga menyarankan penggunaan metode Letter of Credit guna meningkatkan keamanan transaksi serta meminimalisasi risiko kerugian dalam ekspor.
Dari berbagai kegiatan tersebut, muncul harapan yang sama dari para pelaku UMKM, yakni adanya pendampingan berkelanjutan, kemudahan akses, serta dukungan fasilitas ekspor.
“Kami berkomitmen membantu para pelaku UMKM agar menjadikan ekspor bukan sebagai tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk berkembang, memperluas usaha, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tegas Budi.
Melalui asistensi yang berkelanjutan, Bea Cukai memastikan UMKM tidak berjalan sendiri dalam menembus pasar global. Pendampingan ini diharapkan mampu membuka akses pasar internasional, meningkatkan kapasitas usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan demikian, UMKM di Jawa Timur dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi nyata dalam memperkuat kinerja ekspor nasional.

