iniSO.co – Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan langsung ke pelanggan jaringan gas (jargas) di wilayah Bojonegoro dan Lamongan, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan keandalan pasokan energi sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi, terutama bagi rumah tangga dan pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut dipimpin Anggota Komite BPH Migas periode 2025–2029, Dr. Baskara Agung Wibawa, S.E., M.M., bersama jajaran PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan tim operasional terkait.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog langsung dengan sejumlah pelanggan jargas di Lamongan, di antaranya H. M. Maftuh di Jalan K.H. Ahmad Dahlan serta Ahmad In’am di kawasan Karangasem.
Mayoritas pelanggan mengaku puas menggunakan jaringan gas bumi karena dinilai lebih praktis dan efisien.
“Saya menikmati layanan jargas ini karena banyak keuntungan, mulai ketersediaan 24 jam hingga kemudahan pembayaran yang bisa dilakukan di minimarket dekat rumah,” ujar Maftuh.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi pelaku UMKM pembuat otak-otak bandeng yang telah memanfaatkan jargas dalam proses produksinya.
Baskara Agung Wibawa menegaskan, kunjungan ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
“Selama kami berada di Jawa Timur, seluruh pasokan energi, baik BBM, gas pipa, maupun listrik dalam kondisi aman tanpa kendala berarti,” tegasnya.
Ia menambahkan, peninjauan langsung ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat serta operator untuk pengembangan jargas ke depan.
“Kami menerima berbagai masukan, mulai dari aspek harga hingga solusi pengembangan jaringan gas. BPH Migas berkomitmen mendorong perluasan jargas di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menurut Baskara, pemanfaatan jaringan gas terbukti memberikan efisiensi signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM. Hal ini terlihat dari usaha otak-otak bandeng yang mampu menekan biaya produksi dibandingkan penggunaan energi konvensional.
“Pengembangan UMKM harus menjadi perhatian bersama. Energi yang murah, andal, dan berasal dari dalam negeri akan mendukung kedaulatan energi sekaligus meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa distribusi gas selama Ramadan dan Idulfitri 2026 berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Tim Penanggulangan Gangguan kami siaga 24 jam dan responsif terhadap aduan pelanggan. Secara umum, pasokan gas dalam kondisi aman,” ungkap Hedi.
Ia juga mengapresiasi kunjungan Komite BPH Migas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan jargas di wilayah operasional PGN.
Menurutnya, potensi pengembangan jaringan gas di Jawa Timur, khususnya Lamongan dan Bojonegoro, masih sangat besar dan perlu didorong melalui sinergi berbagai pihak.
BPH Migas turut menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan, seperti Pertamina Patra Niaga, PGN, Gagas, Pertagas, dan Pertagas Niaga yang tetap siaga menjaga pasokan energi selama periode libur panjang.
Ke depan, sinergi antara regulator, pemerintah, dan operator dinilai menjadi kunci dalam memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi domestik yang efisien dan berkelanjutan.

