iniSO.co – Grup band papan atas UNGU dipastikan akan meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Bank BPR Bojonegoro. Konser spektakuler ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 di Stadion Letjen H. Soedirman, Kabupaten Bojonegoro.
Kehadiran band yang digawangi Pasha ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bank BPR Bojonegoro, Sutarmini, menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor.
“Anggaran BPR terbatas, namun dengan kondisi tersebut kami berupaya memperoleh manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (27/3).
Menurutnya, pendanaan konser tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran internal, melainkan berasal dari kolaborasi melalui penjualan tiket serta dukungan sponsorship. Skema ini memungkinkan menghadirkan penampilan spesial dari UNGU tanpa membebani keuangan perusahaan daerah.
Lebih jauh, Sutarmini menjelaskan bahwa rencana konser telah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk bupati, wakil bupati, hingga sekretaris daerah. Hal ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk branding BPR, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, sektor perhotelan, hingga peningkatan pendapatan daerah dari parkir dan sewa stadion,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Bank BPR Bojonegoro menggandeng Global Mediatama sebagai event organizer. BPR sendiri berperan sebagai mitra strategis, bukan penyelenggara utama.
Tak hanya konser musik, rangkaian acara juga akan diisi dengan kegiatan sosial, seperti santunan serta bantuan modal bagi pedagang bunga. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil sekaligus mendorong budaya menabung di masyarakat. Selain itu, lomba mewarnai juga akan digelar untuk menambah kemeriahan acara.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai konser ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif.
“Kami mendukung karena kegiatan ini berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru. Selama ini sektor hiburan dan event sempat mengalami penurunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada sektor migas, melainkan juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif seperti pertunjukan musik.
“Momentum event seperti ini harus dimanfaatkan. Jangan hanya bergantung pada migas, tetapi perlu strategi lain, salah satunya melalui ekonomi kreatif dan panggung musik,” pungkasnya.

