iniSO.co – Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap krisis energi dan perlambatan ekonomi. Dampak dari konflik tersebut dinilai berpotensi merembet hingga ke daerah, termasuk Jawa Timur.
Merespons situasi ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan energi dan perekonomian daerah.
Menurut Blegur, potensi terganggunya distribusi minyak dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor utama yang memicu kecemasan global. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.
“Hari ini seluruh dunia mengalami kecemasan yang sama terkait dengan krisis energi. Tapi kita percayakanlah kepada pemerintah pusat. Pemerintah tentu berupaya agar pasokan minyak dari luar bisa diterima tepat waktu sehingga tidak ada kekhawatiran tentang kelangkaan energi,” ujar Blegur usai Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemangku kepentingan sektor energi, termasuk Pertamina, guna memastikan distribusi energi tetap lancar serta mengantisipasi potensi kelangkaan di daerah.
Di tengah derasnya arus informasi, Blegur juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi kabar yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pentingnya memverifikasi informasi agar tidak terjebak hoaks yang dapat memicu aksi panic buying.
“Pesan saya, masyarakat jangan menelan informasi secara mentah-mentah melalui media sosial, karena kadang-kadang banyak hoaks atau berita palsunya. Kita harus bijak betul dalam mendengarkan atau melihat informasi yang beredar saat ini,” tegasnya.
Selain isu energi, ketegangan global juga berpotensi menekan perekonomian daerah. Untuk itu, Blegur menilai penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi strategi kunci dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
“Karena UMKM ini adalah salah satu usaha yang memang terbukti bisa mengembangkan dan menghidupkan perekonomian masyarakat kecil,” ungkapnya.
Ia pun mendorong Pemprov Jatim agar lebih fokus pada peningkatan kualitas UMKM melalui berbagai program stimulus, pelatihan, dan pendampingan, sehingga produk lokal mampu bersaing di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah Provinsi hari ini tentunya akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas UMKM di Jawa Timur. Tentunya dengan memberikan program-program yang merangsang supaya produk mereka bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.

