iniSO.co – Pemerintah Kota Probolinggo terus menunjukkan kinerja nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis. Penguatan UMKM, pembangunan sarana ekonomi, hingga revitalisasi kawasan perdagangan menjadi fokus utama untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih modern dan berdaya saing.
Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Probolinggo, Pemkot Probolinggo menyalurkan bantuan stimulus usaha kepada ratusan pelaku UMKM. Menjelang akhir 2025, bantuan senilai Rp759 juta diberikan kepada 319 pelaku usaha.
Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menyebutkan bahwa nilai bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang hanya mencapai Rp61 juta untuk 28 pelaku usaha.
“Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi melalui promosi, pameran, hingga akses permodalan guna memperkuat ekosistem UMKM. Bantuan ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan UMKM Kota Probolinggo yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain penguatan UMKM, Pemkot juga melakukan penataan kawasan ekonomi. Sejak akhir Desember 2025, tiga titik strategis telah direvitalisasi, yakni pintu masuk Pasar Baru, Sentra Wisata Kuliner (SWK) sisi utara GOR Ahmad Yani Probolinggo, serta pusat oleh-oleh di Gedung Dekranasda.
Revitalisasi ini tidak hanya mempercantik wajah kota dalam semangat “Probolinggo Bersolek”, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan pintu masuk Pasar Baru, khususnya dari Jalan Panglima Sudirman, kini memudahkan akses pedagang dan pembeli. Pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar telah dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif.
“Dengan penataan ini, kawasan pasar menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman,” jelas Slamet.
SWK GOR A. Yani kini menjadi pusat baru bagi pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya tersebar di sejumlah titik, termasuk Jalan Dr. Soetomo dan kawasan Pujasera Alun-alun.
Sementara itu, Gedung Dekranasda yang difungsikan sebagai pusat oleh-oleh kini tampil lebih modern dan strategis. Lokasinya yang menghadap Jalan K.H. Mansyur dan berhadapan dengan Stasiun Probolinggo dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Dengan penataan ini, diharapkan pusat oleh-oleh semakin ramai dikunjungi,” tambahnya.
Berbagai program lain juga terus dijalankan, seperti Pasar Minggu di Jalan Suroyo, penataan PKL, monitoring distribusi pupuk bersubsidi, hingga pengembangan Gerai Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Probolinggo dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan kompetitif.
“Semoga berbagai langkah ini dapat mendorong Kota Probolinggo semakin maju, tertata, dan terus bersolek,” pungkas Slamet.

