iniSO.co – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan memperluas jaringan (networking), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban melaksanakan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Tuban, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pemasaran produk UMKM hasil karya warga binaan ke sektor industri.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Tuban, Irwanto Dwi Yhana Putra, didampingi jajaran pejabat struktural serta pendamping UMKM Kabupaten Tuban. Rombongan disambut oleh manajemen PT SBI dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya dalam mendukung promosi dan pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Irwanto menegaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Tuban dalam mendorong kemandirian warga binaan melalui program pembinaan berbasis keterampilan.
“Melalui sinergi dengan PT SBI, kami berharap produk warga binaan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mampu bersaing di pasar industri serta meningkatkan keterampilan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Community Relation PT SBI, Sunaryo, menyambut positif langkah tersebut. Ia mengapresiasi kualitas produk UMKM warga binaan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Ke depan, kami berharap dapat terjalin kerja sama berkelanjutan, terutama dalam mendukung pemasaran produk dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan,” ungkap Sunaryo.
Melalui kunjungan industri ini, Lapas Tuban optimistis mampu memperluas jejaring dengan dunia usaha dan industri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akses pasar bagi produk UMKM warga binaan sekaligus menciptakan program pembinaan yang lebih produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan.
Sinergi antara Lapas dan sektor industri pun menjadi bukti nyata bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga ekonomi, guna mendukung reintegrasi mereka ke masyarakat secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

