iniSO.co – Grand opening Pawon JMK (Jadoel Masa Kini) resmi digelar di Kabupaten Ngawi pada Senin, 6 April 2026. Kehadiran destinasi kuliner baru di Jalan Thamrin ini langsung menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan konsep unik yang memadukan nuansa klasik dengan sentuhan modern.
Sejak pagi hari, lokasi grand opening Pawon JMK dipadati tamu undangan dan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung peresmian tempat makan bernuansa nostalgia tersebut. Suasana meriah terlihat sejak awal acara, terlebih dengan hadirnya sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas.
Acara peresmian dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, serta berbagai tamu undangan dari kalangan pelaku usaha dan komunitas. Kehadiran mereka dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap munculnya ruang usaha baru yang berpotensi memperkuat perekonomian daerah.
Berbeda dari tempat makan pada umumnya, Pawon JMK hadir dengan konsep “Jadoel Masa Kini”. Konsep tersebut tidak hanya diterapkan pada desain interior, tetapi juga pada pilihan musik, dekorasi, hingga penyajian menu.
Pada grand opening Pawon JMK, pengunjung disuguhi hiburan musik lawas yang semakin menegaskan identitas tempat tersebut. Alunan lagu-lagu nostalgia membuat suasana terasa hangat dan akrab, seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu dalam balutan suasana modern.
Dekorasi ruangan didominasi ornamen klasik yang dipadukan dengan fasilitas kekinian. Hal ini membuat Pawon JMK tidak sekadar menjadi tempat makan, tetapi juga ruang berkumpul lintas generasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan apresiasi atas hadirnya Pawon JMK. Menurutnya, destinasi kuliner baru ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi hadirnya Pawon JMK sebagai tempat yang dapat mengembangkan sektor ekonomi sekaligus menambah destinasi kuliner di Kabupaten Ngawi,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Ia menambahkan, Pawon JMK juga berpotensi menjadi ruang kreatif bagi masyarakat. Selain menyajikan kuliner, tempat tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, kegiatan komunitas, hingga promosi produk kreatif lokal.
“Selain menjadi destinasi kuliner, kami berharap Pawon JMK juga mampu menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan komunitas seni budaya di Kabupaten Ngawi,” tuturnya.
Menurut dia, keberadaan tempat seperti Pawon JMK akan berdampak langsung pada meningkatnya produktivitas pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.
Sebelum grand opening digelar, Pawon JMK lebih dulu melakukan soft opening di lokasi yang sama. Sejak saat itu, tempat ini sudah mulai menarik perhatian masyarakat melalui berbagai promo menarik.
Salah satu promo yang ditawarkan adalah gratis tahu mandolin untuk setiap pembelian minimal Rp100.000. Pawon JMK juga mengumumkan bahwa promo akan terus berganti setiap pekan mengikuti menu unggulan terbaru.
Pawon JMK beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Di balik berdirinya Pawon JMK terdapat sosok Ferry Jadoel, yang dikenal sebagai penggerak budaya nostalgia, terutama dalam dunia musik lawas. Ia juga merupakan pendiri komunitas Sahabat Jadul Masa Kini yang anggotanya tersebar di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa.
Dalam sambutannya, Ferry Jadoel menegaskan bahwa Pawon JMK dibangun dengan menitikberatkan pada kualitas serta keunikan sajian.
“Kami mengutamakan makanan dan minuman berkualitas namun tetap unik, sesuai konsep kami yaitu Jadul Masa Kini. Kami berharap Pawon JMK bisa diterima secara luas oleh masyarakat,” kata Ferry Jadoel.
Tak hanya mengandalkan konsep nostalgia, Pawon JMK juga menghadirkan beragam menu andalan yang menggugah selera. Beberapa menu favorit yang ditawarkan antara lain Ayam Dahlia, rica-rica entok, sambal welut, hingga Ayam Kodok yang dimasak menggunakan rempah khas.
Selain menu utama, tersedia pula berbagai pilihan minuman dan camilan seperti susu tape, es teler, dan kopi yang cocok dinikmati bersama keluarga.
Salah seorang pengunjung, Agus, warga Paron, mengaku terkesan dengan konsep yang diusung Pawon JMK.
“Konsepnya bagus, terutama masakannya sangat mantul dan cocok untuk keluarga. Kesan jadulnya terasa, masakannya juga luar biasa,” ungkapnya.
Dengan konsep nostalgia yang kuat, suasana hangat, serta sajian kuliner khas yang beragam, grand opening Pawon JMK diharapkan menjadi awal lahirnya ikon kuliner baru di Ngawi. Tempat ini tak hanya menawarkan pengalaman makan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu menyatukan kenangan lintas generasi.

