iniSO.co – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi wastra batik dan ekonomi kreatif, tetapi juga sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui edukasi pemasaran digital. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian pengunjung adalah talkshow bertajuk “Product Shoot & Copywriting Cepat: Bikin Wastra Bojonegoro Tampil Premium hanya Pakai Smartphone” yang digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, pelajar, dan pengunjung festival yang ingin memperdalam kemampuan pemasaran produk di era digital. Talkshow menghadirkan AI Visual Content Creator asal Kediri, Bhaot Sudanco, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Bhaot menekankan pentingnya visual produk dalam pemasaran digital karena menjadi faktor pertama yang menarik perhatian calon konsumen saat berbelanja secara daring.
“Ketika orang belanja online, yang pertama dilihat bukan harga dan bukan deskripsi, tetapi foto produk. Foto yang menarik membuat orang berhenti melihat, kemudian baru memperhatikan harga dan membaca informasi produk,” ujar Bhaot.
Menurutnya, kualitas foto produk menjadi penentu awal keberhasilan pemasaran digital. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami teknik dasar fotografi untuk menampilkan keunggulan produk secara maksimal.
Bhaot menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten visual yang lebih menarik. Namun demikian, pelaku usaha tetap harus memahami dasar-dasar fotografi agar hasil visual sesuai dengan karakter produk yang dipasarkan.
“AI bisa membantu mempercepat proses pembuatan konten, tetapi ilmu dasar fotografi tetap harus dipahami. Foto atau video saat ini menjadi faktor utama yang menentukan apakah calon pembeli akan tertarik melihat produk lebih lanjut atau justru melewatinya,” katanya.
Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan fotografi produk menggunakan smartphone. Materi yang diberikan meliputi teknik memanfaatkan pencahayaan, penggunaan fitur grid untuk komposisi foto, pengaturan fokus, hingga pemanfaatan resolusi kamera secara optimal.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan berbagai properti pendukung untuk menciptakan tampilan produk yang lebih menarik dan profesional. Penggunaan smartphone dinilai menjadi solusi efektif bagi UMKM karena mudah diakses serta mampu menghasilkan konten berkualitas jika digunakan dengan teknik yang tepat.
Tidak hanya membahas fotografi produk, talkshow juga memberikan materi dasar copywriting untuk mendukung strategi promosi digital. Peserta memperoleh pemahaman tentang cara menyusun pesan pemasaran yang efektif agar mampu meningkatkan daya tarik dan daya saing produk lokal di pasar digital.
Penyelenggara berharap kegiatan edukasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 dapat mendorong pelaku UMKM lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan daerah.
Usai mengikuti talkshow, pengunjung dapat melanjutkan kunjungan dengan menikmati pameran wastra batik khas Bojonegoro dan berbagai stan kuliner yang turut meramaikan rangkaian kegiatan BWBF 2026.

