iniSO.co – Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tuban mengikuti Workshop Penyusunan Rencana Bisnis bagi UKM/Wirausaha di Hotel Mustika Tuban, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara terencana dan berkelanjutan.
Workshop yang diinisiasi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, itu digelar melalui kolaborasi DPRD Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopumdag) Kabupaten Tuban.
Peserta mendapatkan pembekalan penyusunan rencana bisnis dari narasumber akademisi STEISIA. Materi tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM menyusun strategi usaha yang lebih matang, mulai dari perencanaan hingga pengembangan bisnis.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, mengatakan penguatan ekosistem UMKM menjadi salah satu komitmen DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan kebijakan sekaligus program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Ia menyebut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil menjadi salah satu landasan hukum dalam mendorong pertumbuhan koperasi dan UMKM di Jawa Timur.
“Perda ini menjadi payung hukum sekaligus koridor bagi pengembangan koperasi dan UMKM sehingga tercipta ekosistem usaha yang semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain peningkatan kapasitas usaha, DPRD dan Pemprov Jatim juga terus mendorong program sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Program tersebut mencakup produk makanan dan minuman hingga sektor jasa, termasuk sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha).
Aulia mengajak pelaku UMKM memanfaatkan berbagai program pemberdayaan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar.
“Ke depan, berbagai program pengembangan dan pemberdayaan UMKM akan terus dilakukan. Kami berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah agar upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor UMKM dapat berjalan semakin optimal,” sambungnya.
Mewakili Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Fance Indrianto Asyarie mengatakan UMKM merupakan sektor strategis yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, DPRD, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Fance, perencanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha. Kualitas perencanaan yang baik dapat meningkatkan peluang keberhasilan bisnis sekaligus menekan potensi kerugian.
“Karena itu, pelaku UMKM perlu memiliki perencanaan yang matang sebelum mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dan DPRD Jatim terhadap pengembangan UMKM di Kabupaten Tuban.
Gunadi menyebut terdapat sekitar 157 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Tuban yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah sekaligus menyerap tenaga kerja. Pemerintah daerah pun terus menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha.
Ia menilai penyusunan rencana bisnis menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM, kata dia, tidak cukup hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga harus mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan bisnis.
“Modal yang dimiliki umumnya terbatas sehingga harus dikelola secara cermat agar usaha dapat terus berkembang,” ujarnya.
Gunadi berharap pelaku UMKM di Kabupaten Tuban terus meningkatkan kualitas diri dan produk agar semakin mampu bersaing serta memperluas jangkauan pasar. Peningkatan kapasitas usaha tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga pelaku UMKM.

