iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) membuka program Sosialisasi dan Pendampingan Ekspor Gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan.
Program tersebut ditujukan untuk membekali pelaku UMKM agar memahami tahapan dan kesiapan usaha sebelum memasuki pasar internasional.
Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan pendampingan menjadi tahap awal untuk mengenalkan proses ekspor secara sederhana dan bertahap.
“Ekspor tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang jauh atau sulit. Yang penting pelaku usaha memahami dulu tahapannya, apa yang perlu disiapkan, persyaratannya apa, dan bagaimana cara memulainya. Dari pemahaman itu kemudian usaha bisa dipersiapkan secara bertahap,” ujar Ridha di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, program tersebut menyasar pelaku usaha kerajinan berbahan kayu, bambu, rotan, daun pandan, serta material sejenis.
Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai peluang pasar luar negeri, kesiapan usaha, dokumen dan persyaratan dasar ekspor, hingga persiapan produk sebelum menyasar pasar internasional.
“Ini adalah step awal. Kita ingin pelaku usaha tidak langsung berpikir bahwa ekspor itu prosedurnya panjang dan sulit. Kita bantu memahami caranya secara bertahap, mulai dari kesiapan usaha, dokumen dan persyaratan dasar, sampai bagaimana produk bisa memiliki peluang untuk masuk ke pasar luar negeri,” jelasnya.
Ridha menambahkan, pendampingan juga diarahkan untuk membantu pelaku UMKM mengidentifikasi bagian usaha yang masih perlu diperkuat.
Aspek tersebut antara lain legalitas usaha, kelengkapan dokumen, serta kesiapan produk agar dapat disesuaikan dengan pasar yang dituju.
Program pendampingan ekspor ini diberikan secara gratis dengan kuota terbatas. Salah satu persyaratan utama bagi calon peserta adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pendaftaran dibuka hingga Jumat (25/9/2026). Program tersebut diperuntukkan bagi pelaku usaha kerajinan, terutama yang menggunakan bahan kayu, bambu, rotan, daun pandan, dan bahan sejenis.
Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui tautan yang disediakan panitia. Pelaku usaha yang lolos seleksi selanjutnya akan dihubungi melalui kontak yang dicantumkan saat registrasi.
Ridha menegaskan pelaku UMKM tidak harus menunggu usahanya berkembang besar untuk mulai mengenal pasar ekspor.
“Tidak perlu menunggu usaha menjadi besar untuk mulai mengenal ekspor. Justru dari sekarang pelaku usaha bisa mulai memahami apa yang harus disiapkan. Setelah tahu tahapannya, usaha dapat diperbaiki dan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar,” katanya.

