iniSO.co – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Probolinggo mendorong kader TP PKK Kecamatan Tiris ikut mengenalkan potensi wisata dan produk lokal melalui media sosial.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris saat memberikan pembinaan kepada TP PKK Kecamatan Tiris di Pendopo Kecamatan Tiris, Rabu (23/9/2026).
Ning Marisa mengatakan, kader PKK tidak hanya berperan menjalankan program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat ikut mempromosikan potensi yang ada di desa masing-masing.
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus mengajak kader memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, sebagai sarana sederhana untuk memperkenalkan destinasi wisata dan produk unggulan Tiris.
“Jangan hanya mengandalkan Pak Camat, Ibu Camat atau kepala desa. Ibu-ibu juga bisa ikut mengenalkan potensi Tiris. Kalau pergi ke tempat wisata atau mengikuti kegiatan, upload saja di TikTok. Orang yang sebelumnya tidak tahu, akhirnya bisa tahu ternyata di Tiris ada tempat seperti ini,” ujar Ning Marisa.
Menurutnya, Kecamatan Tiris memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat diperkenalkan lebih luas, di antaranya Ranu Segaran dan wisata air panas.
Promosi melalui media sosial, lanjut dia, memungkinkan masyarakat ikut mengenalkan potensi daerah tanpa harus selalu melalui kegiatan promosi formal.
Ning Marisa juga mendorong kader TP PKK agar menjadikan pembinaan sebagai bekal untuk diterapkan dalam kegiatan di tingkat desa.
“Pulang dari sini panjenengan harus membawa ilmu. Semangat ibu-ibu luar biasa. Mudah-mudahan dari gerakan ibu-ibu ini, PKK Kecamatan Tiris semakin SAE,” tuturnya.
Selain promosi wisata dan UMKM, Ning Marisa mengingatkan bahwa kegiatan PKK merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kader diharapkan tidak menjadikan materi sebagai ukuran utama dalam menjalankan kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan dalam PKK dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan, pengalaman serta jaringan sosial.
“Kalau mengharapkan materi dari kegiatan PKK, sedikit banyak pasti ada kecewanya. Tetapi kelebihannya di PKK kita mendapatkan teman baru, ilmu baru, pengalaman baru. Kita ini menjadi keluarga,” katanya.
Kader juga didorong memberikan pengetahuan yang bisa diterapkan langsung di lingkungan keluarga. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan sehari-hari.
“Dengan lahan yang sedikit pun kita bisa menanam cabai, terong dan sebagainya. Hal-hal sederhana seperti itu bisa membantu keluarga. Ini bagian dari bagaimana PKK memberikan ilmu agar ibu-ibu di rumah bisa lebih sejahtera,” jelasnya.
Pembinaan kemudian dilanjutkan jajaran TP PKK Kabupaten Probolinggo melalui Pokja I hingga Pokja V. Masing-masing kelompok kerja memberikan penguatan dan masukan sesuai bidang program kepada TP PKK Kecamatan Tiris dan TP PKK desa.
Usai memberikan pembinaan, Ning Marisa mengunjungi salah satu UMKM pengolahan kopi di Kecamatan Tiris. Ia melihat langsung proses pengolahan biji kopi yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat setempat.
Ning Marisa juga mencoba menyangrai biji kopi sebelum diproses menjadi bubuk. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal potensi ekonomi masyarakat Tiris sekaligus mendorong pengembangan produk lokal.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Tiris Dika Dwi Novita Bambang Julius mengapresiasi pembinaan yang dilakukan TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, kehadiran jajaran TP PKK kabupaten memberikan motivasi sekaligus ruang bagi kader untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Pembinaan ini sangat berarti bagi kami karena kami bisa mendapatkan arahan sekaligus berbagi pengalaman terkait pelaksanaan program PKK di Kecamatan Tiris. Kami berharap apa yang disampaikan dapat diterapkan oleh TP PKK desa dan semakin memperkuat kekompakan kader,” ungkapnya.
Ia juga menyambut baik dorongan untuk mengenalkan wisata dan UMKM Tiris melalui media sosial. Kader PKK dinilai memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan mengetahui potensi di masing-masing desa.
“Kami berharap kader tidak hanya aktif dalam kegiatan PKK, tetapi juga ikut mengenalkan potensi desa, baik wisata maupun produk UMKM. Dengan begitu, potensi yang ada bisa semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

