iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar Agrofest 2026 di Universitas Yudharta Pasuruan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, ini menjadi ajang promosi produk unggulan pertanian sekaligus memperkuat kemitraan antara petani, pelaku usaha, dan pasar.
Agrofest 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari business matching bagi pengusaha sektor pertanian dan perikanan, Gerakan Pangan Murah, pameran produk unggulan, hingga pelayanan kesehatan hewan.
Gerakan Pangan Murah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, minyak goreng, dan telur. Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi lomba kolase anak, penyerahan sarana produksi pertanian, serta penandatanganan perjanjian kerja sama.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, mengatakan Agrofest 2026 bertujuan memperkenalkan potensi, inovasi, dan produk unggulan khas Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat.
Menurutnya, pameran tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal produk pertanian secara langsung, termasuk mengetahui asal-usul dan kualitas produk yang dihasilkan.
“Dari kegiatan Agrofest ini, masyarakat alias para pembeli bisa tahu dari mana barang yang dihasilkan dan kualitas produknya seperti apa,” katanya.
Syaifudin menjelaskan, sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Petani tidak hanya berperan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Karena itu, kolaborasi antara petani dan Badan Gizi Nasional (BGN) perlu terus diperkuat untuk membuka peluang kemitraan yang saling menguntungkan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi program pemenuhan gizi masyarakat.
“Melalui sinergi ini, kita berharap produk pertanian lokal dapat memiliki akses pasar yang lebih luas, sementara kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi dengan pasokan yang berkualitas, berkesinambungan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, berharap Agrofest 2026 mampu mengidentifikasi peluang kerja sama konkret antara petani, pelaku usaha, dan pihak-pihak yang membutuhkan pasokan pangan.
Peluang tersebut mencakup pemetaan kebutuhan komoditas, penerapan standar mutu dan keamanan pangan, kesinambungan pasokan, hingga mekanisme kemitraan yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat.
Yudha menilai, program pemenuhan gizi tidak hanya berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita perlu membangun ekosistem usaha yang saling terhubung, mulai dari produksi, pengolahan, peningkatan mutu, pemasaran, hingga distribusi kepada konsumen. Petani harus mendapatkan dukungan teknologi dan akses pasar. Pelaku UMKM harus memperoleh kesempatan untuk berkembang. Sementara masyarakat harus mendapatkan akses terhadap pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” harapnya.
Yudha menegaskan, Pemkab Pasuruan berkomitmen memperkuat sektor pertanian dan UMKM melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan inovasi, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, serta penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang usaha bagi petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan.
“Mari kita jadikan Agrofest Pasuruan tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

