SURABAYAONLINE.CO-Sumenep, Pada debat publi kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Berjalan cukup panas dari pada debat Paslon yang pertama itu terlihat pada segmen ke 3 (tiga).
Dimana pada segmen tersebut moderator membacakan pertanyaan, yang sudah dibuat oleh para panelis dan disimpan di dalam sebuah amplop. Secara substansi pertanyaan yang ditujukan ke Paslon nomer urut 1 itu berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumenep.
Berikut jawaban Paslon nomer urut 1 yang merupakan incumbent. Ia menjawab dengan menunjukkan kebijakan yang telah dilakukan dari segala sisi dan berbagai hal dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Di antaranya yang dilakukan yakni melakukan pencegahan dengan sosialisasi 3M. Kemudian sosialisasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat, ungkapnya.
Jawaban Paslon nomer urut 1 tersebut, langsung ditanggapi oleh Paslon Sumenep barokah. Menurut Fattah Jasin sebagai cabub dari Paslon nomer urut 2 mengatakan sejak setahun belakangan dirinya mengaku sudah berdomisili di Kabupaten Sumenep, dan belum melihat kinerja yang baik dan cukup signifikan dari satgas Covid-19 di dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan dalam penanganan nya menurut dia tidak ada leading sektor di bawah Bupati yang dapat bertanggung jawab secara penuh.
“Kinerja Satgas Covid-19 tidak nampak. Sebagai leading sektor itu siapa? Mestinya kalau dibentuk Satgas, dia yang menjadi koordinator. Bukan otomatis Kepala BPBD, bukan otomatis Kepala Dinas Kesehatan. Tetapi di bawah bupati mestinya nampak sebagai leading sektor,” katanya dengan tegas.
Selain itu menurut Fattah Jasin mestinya penanganan Covid-19 harus terstruktur dengan jelas, mulai dari tingkat Kebupaten, Kecamatan sampai Desa. Ia juga menilai tidak ada kerjasama yang baik didalam penanganan nya, itu terlihat di mana didalam melakukan filter di perbatasan atau pintu masuk Kabupaten Sumenep.
“Tetapi ini tidak ada sama sekali kami temui. Bahkan filter di perbatasan mau masuk Sumenep, itu sama sekali tidak nampak kerjasama yang baik dalam penanganan Covid ini,” tudingnya.
Dalam debat publik yang kedua ini, Paslon 02 Sumenep Barokah juga menyoroti kurang maksimalnya pelayanan perizinan satu pintu. Karena menurut Fatta Jasin berdasarkan temuan nya selama ini proses pelayanan perizinan di Kabupaten Sumenep tidak selesai dalam satu atap melainkan berkasnya tetap berjalan ke beberapa Dinas terkait. Makanya kedepan Paslon nomer urut 2 menginkan pelayanan perizinan satu pintu dan satu atap.
“Memang ada pelayanan satu pintu tapi tidak selesai satu atap, kami menginginkan pelayanan satu atap dan satu pintu itu jadi tidak hanya menerima berkas, dan berkasnya masih jalan ke OPD di Kabupaten Saya Melihat itu masih terjadi,” jelasnya. (Thofu)

