SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Batik Air terbang perdana tanpa transit Bali-Bangkok-Bali mulai Jumat (20/1). Peresmian penerbangan ini dilakukan di ketinggian 35.000 kaki dengan durasi 4 jam 20 menit.
Rute ini menambah urutan durasi waktu tempuh kategori terpanjang (long haul) dari Indonesia untuk jaringan internasional non-stop hingga saat ini. Batik Air rute Bali-Bangkok terbang setiap hari atau 7 kali seminggu.
“Pelepasan dan penyambutan penerbangan pertama di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, di Badung, Bali,” ungkap Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro,, Sabtu (21/1).
Menurut Danang, keuntungan melalui Bandara Don Mueang, wisatawan dan pebisnis dari Indonesia dapat terkoneksi ke kota tujuan di Thailand bersama Thai Lion Air ke bagian Utara, yaitu di Chiang Mai dan Chiang Rai, bagian Timur Laut adalah wilayah Khon Kean, Ubonrathani dan Udonthani.. Juga bagian Selatan seperti Krabi, Nakhon Si Thammarat, Phuket, Surat Thani, Hat Yai dan Trang. Serta Negara lain meliputi Kathmandu di Nepal dan Mumbai di India.
“Sedangkan wisatawan berasal dari luar negeri melalui Don Mueang tujuan Bali, dapat terhubung langsung dengan konsep layanan penerbangan saling terkoneksi (connecting flight) ke destinasi favorit di Indonesia,” tambah Danang Mandala Prihantoro.
Di antaranya Lombok, Bima, Sumbawa, Labuan Bajo, Ende, Maumere, Tambolaka, Waingapu, Kupang, Surabaya, Solo, Semarang, Yogyakarta, Jakarta. Kemudiah, Makassar, Manado, Ambon, Ternate, Balikpapan, Pontianak, Tanjung Pandan – Belitung, Batam, Medan, Pekanbaru, Sorong, Merauke dan kota lainnya.
Batik Air berupaya mendatangkan turis asing (wisatawan mancanegara) menuju Indonesia dengan turut terlibat langsung dalam gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Seperti Pulau Komodo-Labuan Bajo, Likupang-Manado, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Candi Borobudur, Candi Prambahan serta destinasi wisata yang lain.(rid)

