SURON.CO, Sabang – UMKM Bakpia MD sudah cukup lama dikenal. Bakpia MD dirintis sejak 2014 lalu. Usaha panganan ini sempat mengalami pasang surut. Apalagi saat pandemi Covid 19 melanda. Bahkan sang pemiliknya harus berhenti memproduksi kue tersebut.
Kali ini usaha yang berada kawasan Jaboi, Kota Sabang ini mendapat pendampingan dari Kantor Bea dan Cukai Sabang. Pendampingan ini dilakukan guna meningkatkan produksi, pemasaran, membuka lapangan kerja, hingga siap ekspor.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Sabang, Firmansyah mengatakan, pihaknya terus mendukung UMKM demi pemulihan ekonomi nasional.
Selain melakukan penjualan langsung dan melalui agen di sejumlah kota di Aceh, Bea Cukai Sabang rencananya akan memasarkan hingga keluar daerah. Serta akan rutin mendorong pelaku UMKM mengikuti pameran maupun expo UMKM untuk meningkatkan kualitas pemasaran.
“Saat ini, produksi kue bakpia khas Sabang mulai bangkit kembali. Wisatawan di Sabang mulai ramai. Permintaan bakpia ke luar Sabang juga terus meningkat,” ungkap Maulidar, owner Bakpia MD.
Setiap harinya, produksi bakpia dimulai dari pukul 07.00 WIB. Mulai dari mengaduk tepung, memasak kacang hijau sebagai isi bakpia, serta proses pembuatan bakpia oleh ibu ibu rumah tangga. Bakpia MD memiliki beberapa varian rasa. Mulai dari kacang hijau, pandan, hingga coklat.
Setiap harinya, para pekerja mampu memproduksi hingga 8 ribu butir bakpia. Kecepatan tangan ibu-ibu tersebut tak perlu diragukan lagi. Setelah proses pembuatan, bakpia kemudian dimasak di dalam oven selama 20 menit, hingga mengembang dan berubah warna. Baru dilakukan proses finishing berupa pengemasan.
Bakpia MD sendiri dibandrol dengan harga Rp 15 ribu, dengan isi 10-12 biji per kotaknya. Bagi pengunjung yang berwisata ke Sabang, Bakpia MD bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh untuk menemani kepulangan dan dibagikan kepada kerabat dan keluarga.(*)

