SURON.CO, Surabaya –Peningkatan penyaluran kredit Bank Jatim terjadi pada seluruh segmen. Di antaranya kredit sektor UMKM mengalami peningkatan 26,24 persen yoy atau tercatat Rp 6,34 triliun hingga akhir 2022. Sedangkan secara total, Bank Jatim berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 46,19 triliun selama tahun 2022.
Hal ini diungkapkan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto serta Direktur IT & Digital Zulhelfi Abidin. Mereka menjelaskan bahwa kredit tersebut tumbuh 8,06 persen year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 42,75 triliun pada tahun 2021.
Zulhelfi menjelaskan, pertumbuhan signifikan kredit pada sektor UMKM ditopang oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 104,6 miliar selama tahun 2022.
Menurut dia, kinerja tersebut menunjukkan keberhasilan perseroan dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan UMKM melalui program KUR. Dilihat dari kualitas kreditnya, kredit sektor UMKM juga terlihat bagus dengan komposisi NPL terendah, yaitu 0,60 persen dibandingkan dengan sektor lainnya.
“Kemudian, kredit komersial meningkat 7,02 persen yoy atau tercatat Rp 11,20 triliun. Serta kredit sektor konsumsi meningkat signifikan, yang mana tumbuh 5,11 persen yoy atau tercatat Rp28,65 triliun,” tambah Zulhelfi Abidin.
Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Jatim diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, terlihat dari rasio Loan At Risk (LAR) yang melandai di angka 4,81 persen pada 2022, dari sebelumnya 6,57 persen pada tahun 2021.
Selain itu, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross Bank Jatim juga ikut menurun di angka 2,83 persen, berbanding 4,48 persen pada tahun sebelumnya (yoy).
Pihaknya menjelaskan penurunan rasio NPL dan LAR tersebut menunjukkan bahwa kualitas kredit Bank Jatim menjadi semakin sehat dan menjadi tanda adanya recovery dari beberapa sektor ekonomi.(*)

