SURON.CO, Trenggalek – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terus memberi dukungan kepada para pelaku usaha rumahan atau UMKM. Salah satunya UMKM baju muslim di Baruharjo, Trenggalek yang dikunjunginya secara langsung.
Dalam sambutannya, anggota DPR Komisi VI ini mengungkapkan kebanggaannya terhadap UMKM baju muslim yang dikembangkan oleh para pegiat konveksi dan penjahit di desa tersebut.
Usaha ini melibatkan produksi berbagai jenis pakaian muslim seperti kerudung, baju koko, gamis, mukena, dan sebagainya. Ibas mengapresiasi kreativitas masyarakat setempat yang mayoritas terlibat dalam UMKM, sebagai penggerak ekonomi bangsa.
“Alhamdulillah, ternyata masyarakat di Baruharjo ini sangat kreatif. Bapak Lurah tadi menyampaikan bahwa 50 persen dari masyarakat di sini terlibat dalam usaha UMKM. Tentu saya merasa bangga, karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian kita,” kata Ibas.
Namun, dia menyadari bahwa situasi bangsa Indonesia saat ini tidak baik-baik saja. Kemiskinan masih tinggi, tingkat pengangguran masih banyak, dan pendapat masyarakat masih kurang diperhatikan. Selain itu, pemerataan dan keadilan juga masih terbatas.
Ibas juga mengungkapkan penentangannya terhadap impor barang atau baju bekas. Menurutnya dapat mengganggu perkembangan usaha konveksi dalam negeri. Ibas mengungkapkan tekadnya untuk mendukung dan memperjuangkan kepentingan UMKM.
“Saya juga menentang adanya impor barang atau baju bekas karena dapat mengganggu usaha-usaha konveksi di rumah-rumah tangga di Indonesia,” ungkap Ibas.
Rifatul Hasanah, pemilik salah satu UMKM yang dikunjungi, turut mengungkapkan rasa syukurnya. Dia lantas mengungkap kendala yang dialami dari usahanya.
“Matur nuwun, Mas Ibas atas kedatangannya ke desa kami. Saya senang sekali atas apresiasi Mas Ibas untuk kita dapat maju ke depan dengan semua bantuan ini. Kita berharap dapat terus dibantu,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, pemasaran produk-produknya masih menggunakan teknik manual. “Kami mulai kalah dengan pesaing-pesaing yang sudah menggunakan teknik bordir komputer. Semangat terus untuk mas Ibas dan kami semua,” ungkapnya.(*)

