SURON.CO, Probolinggo – Tidak semua pelaku UMKM di Kota Probolinggo mendapat stan di kegiatan Seminggu di Probolinggo (Semipro). UMKM batik, misalnya. Mereka tidak diberi stan khusus selama gelaran Semipro berlangsung.
Seperti disampaikan salah satu pelaku UMKM batik di Kota Probolinggo, Nico Sawiji. Dia mengaku sempat sedikit kecewa karena pembatik tidak memperoleh stan khusus. Sejumlah pembatik pun harus bergabung dengan stan Pokdarwis.
Meski demikian, Nico sedikit terhibur. Sebab, pemkot membuat acara khusus yang melibatkan karya para pembatik. Bertajuk, Kemilau Batik di pembukaan Semipro, Sabtu (8/7) malam lalu.
“Kalau kecewa, nggak terlalu sih. Karena kami sudah dibuatkan acara semalam (malam Minggu) dan dipromokan di acara Jakarta Fashion and Food Festival,” kata Nico, Selasa (11/7).
Semipro itu sendiri resmi dibuka Sabtu (8/7) malam. Acara ini akan digelar selama seminggu hingga Jumat (14/7). Tidak seperti Semipro yang lalu-lalu, kegiatan ini hanya digelar di dalam Alun-Alun Kota Probolinggo. Di sana, ada sejumlah tenda yang dipasang. Juga ada beragam hiburan selama Semipro digelar.
Sementara pada Semipro sebelumnya, biasanya digelar di dalam dan di luar alun-alun. Bahkan, stan dibuat berputar mengelilingi alun-alun.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa menjelaskan, Semipro sengaja digelar bulan Juli. Sebab, saat itu masa liburan sekolah. Sehingga, siswa tidak perlu jauh-jauh mencari hiburan ke luar kota. Di acara ini juga, ada kesenian yang ditampilkan dari dalam dan luar Kota Probolinggo.
Andaipun ada pelaku UMKM yang tidak terfasilitasi, menurutnya, itu bukan karena kesengajaan. Tapi, karena memang stan terbatas. Sehingga, ada beberapa pelaku UMKM yang harus berbagi tempat dalam satu stan.
Menurutnya, semua stan di Semipro ditempati gratis bagi warga Kota Probolinggo. Meski demikian, ada beberapa stan yang dikoordinasi oleh event organizer (EO) dan paguyuban PKL.
Stan yang dikoordinasi oleh EO ini berasal dari luar kota. Lokasinya di sisi barat panggung. Sementara stan yang dikoordinasi oleh paguyuban adalah anggota paguyuban PKL sendiri. Lokasinya berada di selatan gazebo.
“Kalau yang dari pemkot itu gratis. Ini untuk hiburan masyarakat. Sekaligus untuk menggeliatkan kembali UMKM di Kota Probolinggo. Kalau stan yang dikoordinasi EO dan paguyuban PKL, kemungkinan ada biaya listrik dan keamanan,” terangnya.(*)

