SURON.CO, Trenggalek – Pelaku UMKM di Indonesia terus meningkat. Ada sekitar 64,2 juta pelaku UMKM tersebar di Indonesia. Salah satunya di wilayah Trenggalek.
Menurut Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek Novita Hardini Mochamad, pelaku UMKM di daerahnya kebanyakan dilakukan para ibu yang sebagian besar mengalami kekerasan. Sehingga salah satu cara untuk bertahan hidup adalah dengan mencari uang sendiri dengan berjualan.
“Kami memahami pentingnya masyarakat kami memiliki penambahan ekomomi. UMKM yang ada di Trenggalek dari tahun ke tahun tumbuh,” kata Novita Hardini.
Novita mengungkapkan bahwa salah satu sektor yang paling maju dari UMKM di Trenggalek adalah dari segi fesyen, terutama batik. Bahkan batik yang dibuat oleh masyarakat Trenggalek sudah masuk ke dalam satu satu mal di Jakarta yang penjualannya terus meningkat setiap bulannya. “Kami membuka satu toko di Sarinah dan penjualan batik Trenggalek positif sebulan bisa dapat Rp 100 juta,” tuturnya.
Bukan cuma itu, batik Trenggalek juga mendunia karena pernah dibawa dalam ajang fesyen dunia. Seperti Paris Fashion Week hingga Milan Fashion Week pada tahun 2017. “Tahun 2017 kami coba bawa batik Trenggalek ke luar negeri dari situ permintaan batik di Trenggalek terus meningkat,” tuturnya lagi.(*)

