SURON.CO, Surabaya – Ibu-ibu pelaku UMKM di kawasan Rungkut, Surabaya melakukan inovasi olahan makanan dan minuman (mamin) dari daun kelor. Mamin berbahan dasar daun kelor ini diyakini cukup baik untuk kesehatan. Di antaranya untuk hiperensi, kolesterol, mencegah kanker, dan baik juga untuk ibu menyusui.
Berbagai upaya dilakukan ibu-ibu penggerak UMKM di era digitalisasi saat ini, karena potensi UMKM untuk tumbuh dan berkembang cukup besar. Seperti ibu-ibu penggerak UMKM di kawasan Rungkut Mapan Barat (RMB) RW 8, Surabaya yang melakukan berbagai inovasi mamin dari bahan dasar daun kelor.
Untuk itu, pelaku UMKM di wilayah tersebut terus berkampanye pada warga sekitar dalam hal budi daya daun kelor. Sejumlah produk yang telah dihasilkan seperti, jus daun kelor, puding daun kelor, dan teh dari daun kelor.
“Tak hanya minuman, daun kelor juga bisa dijadikan makanan. Seperti sayur kelor, oseng-oseng kelor, pepes, gorengan kelor dan masih banyak lagi makanan maupun minuman dari bahan dasar daun kelor,” ungkap Yusnarita, kader UMKM di kawasan Rungkut.
Ibu-ibu penggerak UMKM memanfaatkan daun kelor sebagai bahan dasar olahan mamin ini, karena mudah didapatkan dan dibudidayakan. “Kelor mudah ditanam di halaman maupun di kebun. Selain itu, daun kelor dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti untuk hipertensi, kolesterol, mencegah kangker dan baik juga untuk ibu menyusui,” ujarnya.
“Iya, jus kelor ini rasanya enak, seger kalau diminum saat dingin. Tak hanya dibikin jus, daun kelor ini juga bisa dibuat bahas dasar puding maupun teh,” tutur Wahyu P Kuswanda, sesepuh warga RMB 8, Surabaya.
Jika daun kelor dibuat teh, caranya cukup mudah. Yakni daun kelornya cukup dijemur sampai kering. Jika sudah mengering bisa langsung dicampur air panas layaknya membuat teh. “Teh dari daun kelor rasanya juga enak. Selain menghangatkan tubuh juga bisa menyehatkan. Karena manfaat daun kelor juga banyak untuk kesehatan,” tukas Ketua RW RMB 8 Hariyanto.(*)

