SURON.CO, Surabaya – Surabaya Fashion Parade (FSP) yang digelar di Convention Hall Tunjungan Plaza 3, Surabaya, menjadi ajang unjuk kebolehan UMKM fashion. Pasalnya, ada penampilan busana UMKM dari Dekranasda Kota Jambi yang turut ditampilkan dalam perhelatan bergengsi tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada founder SFP agar event bergengsi di kalangan desainer ini bisa kembali dijadwalkan pada bulan Mei di tahun mendatang, masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS). “Insyaallah di tahun-tahun berikutnya akan muncul di bulan Mei. Ini menunjukkan, kalau bisa menggelar event seperti ini akan banyak UMKM yang ikut,” kata Eri.
Oleh karena itu, Pemkot Surabaya akan terus mendorong para pelaku UMKM hingga pariwisata untuk bangkit. “Ini bisa menjadi pembangkit kota setelah masa pandemi. Ternyata responnya sangat luar biasa,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Kota Surabaya Rini Indriyani mengungkapkan rasa takjubnya pada UMKM Kota Surabaya yang ikut pada malam pembukaan FSP ke-16. Menurutnya, UMKM binaan Dekranasda Kota Surabaya tak bisa dipandang sebelah mata dan tidak kalah bagusnya dengan produk dari desainer lain bahkan mancanegara.
“Kita bisa lihat tadi, kalau produk UMKM kita nggak kalah lho ketika ada tangan-tangan desainer yang ikut terlibat. Tadi semua produk UMKM yang dikombinasi dengan kain hasil kolaborasi dengan desainer Kota Surabaya,” ungkapnya.
Founder SFP Dian Apriliana Dewi mengaku, sebetulnya event FSP ke-16 yang mengusung tema Enigmatico ini adalah kado untuk Kota Surabaya. Selama 16 tahun terakhir, FSP juga bagian dari agenda tahunan dalam peringatan HJKS.
Dian menjanjikan, pada tahun-tahun berikutnya FSP bakal kembali digelar pada bulan Mei, pada saat HJKS. “Karena memang ini sebetulnya adalah kado untuk Kota Surabaya,” kata Dian.
Ia menambahkan, event tahunan ini juga sebagai wadah bagi industri kreatif, khususnya di bidang fashion. Disamping sebagai wadah industri kreatif, FSP juga dijadikan pendukung UMKM di Kota Surabaya sehingga bisa berkembang ke depannya.(*)

