SURON.CO, Malang – Rektor Universitas Ma Chung Stefanus Yufra Menahen Taneo menjelaskan pentingnya digitalisasi bagi UMKM untuk bisa memperluas akses.
Hal ini dikarenakan hasil survei terhadap 546 UMKM di Malang Raya menunjukkan bahwa masih banyak produsen yang belum memiliki akses informasi mengenai saluran distribusi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan kolaborasi dan kerja sama, seperti dengan koperasi.
Hal itu disampaikan Stefanus Yufra Menahen Taneo saat mengisi salah satu acara pengembangan UMKM di Malang Raya. Fungsi pertama koperasi, yaitu membangun sekaligus mengembangkan potensi dan kemampuan anggotanya secara khusus dan masyarakat secara umum. Demikian juga, untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi rakyat dengan memberikan solusi untuk menggerakan perekonomian.
Yufra menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk turut membantu pengembangan sektor ekonomi. “Perguruan tinggi perlu menyampaikan hasil-hasil kajian mengenai pengetahuan untuk mendongkrak sektor ekonomi,” katanya.
Pendamping UMKM Kabupaten Malang ini menambahkan, Universitas Ma Chung dalam menjalankan perannya di masyarakat telah terjun langsung dalam mendukung UMKM di Malang Raya. Salah satunya dengan pendampingan penguatan branding UMKM. “Harapannya kampus di Malang bisa bergerak bersama untuk mendorong pengembangan perekonomian,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Yufra, dalam menghadapi tantangan dan pengembangan ekonomi, perlu untuk dibangun ketahanan dan kerja sama. “Membangun ketahanan itu sangat penting, yakni SDM harus responsif dengan situasi yang ada dan membangun kerja sama” ungkapnya.
Menurutnya, masalah terbesar dalam UMKM adalah dalam memasarkan produk, akses informasi, permodalan, dan tenaga kerja. Yufra kembali mengingatkan dan mendorong UMKM akan pentingnya melakukan kerja sama.(*)

