SURON.CO, Sidoarjo – Peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, bergerak lambat. Di sisi lain, para pelaku UMKM memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan.
Kondisi seperti ini menjadi keprihatian tersendiri bagi Caleg DPR Dapil Surabaya-Sidoarjo, Lita Machfud Arifin. “Terus terang, saya merasa prihatin dengan ibu-ibu di sini yang terus menerus diimpit masalah ekonomi. Harga sembako terus naik, sementara pendapatan dari usaha masih segitu segitu saja. Tidak berkembang,” ucap Lita di hadapan ratusan warga Jemundo Sambikerep, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Kepedulian Lita untuk memberikan akses pada masyarakat umum, khususnya pelaku UMKM, agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan menjadi fokus dari gerakannya melangkah menuju kursi DPR.
Ketua DPP Partai NasDem Bidang UMKM ini menjelaskan bahwa persoalan utama yang masih dihadapi oleh warga Sidoarjo adalah kemiskinan. Itulah mengapa dirinya bertekad untuk membantu masyarakat agar dapat mengembangkan usaha, bahkan juga membuka lapangan pekerjaan.
“Bantuan permodalan dalam bentuk pinjaman belum tentu dapat membantu pelaku usaha kecil. Karena pinjaman akan menjadi beban tambahan bagi mereka. Lebih tepat seharusnya berupa pemberian modal, bukan pinjaman. Seperti bantuan yang bisa diperoleh dari CSR. Namun selanjutnya juga harus ada pendampingan, agar bantuan tersebut bisa benar-benar bermanfaat untuk mengembangkan usaha,” ucapnya.
Sementara jika melihat potensi usaha yang dimiliki para warga ini cukup menjanjikan. Pengurus Dekranasda pusat ini lantas mencontohkan sentra usaha berbahan kulit di Tanggulangin Sidoarjo.
“Dahulu orang di seluruh Indonesia banyak yang mengenal Tanggulangin, dari produk tas, sepatu, atau juga ikat pinggang, tetapi makin kesini, produk impor ternyata banyak ditemukan di sana. Artinya, produk Tanggulangin telah terabaikan, dan ini bisa merusak aspek tenaga kerja, kreatifitas masyarakat, bahkan juga bisa menurunkan jumlah wisatawan,” paparnya.
Dari permasalahan tersebut, Lita melihat bahwa sentra UMKM seperti Tanggulangin ini, perlu untuk kembali disentuh dengan bimbingan, pendampingan, permodalan maupun akses pemasaran yang disediakan oleh pemerintah.
Kepedulian terhadap para pelaku UMKM, diakui Lita, bukan baru saja dilakukan. Dirinya sudah sejak lama bergerak untuk membantu para pelaku UMKM melalui Dekranasda, maupun Bhayangkari. Tentunya di luar agenda pencalonan sebagai wakil rakyat. Hal ini pula yang membuat Lita yakin dapat meraih kursi legislatif di Senayan.(*)

