Minke.id, Driyorejo – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Driyorejo menyelenggarakan acara bertajuk Nahdlatut Tujjar Santri Fest 2025. Event yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai Jumat (10/1/2025) hingga Minggu (19/1/2025), ini sukses menarik perhatian masyarakat dengan berbagai kegiatan menarik dan ratusan pelaku UMKM yang turut ambil bagian.
Dalam opening seremoni yang digelar pada Jumat malam (10/1/2025) di Perumnas Centraland, Driyorejo, Ketua Panitia Harlah ke-102 MWCNU Driyorejo, Sampurno Hadi, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kolaborasi antara MWCNU Driyorejo, event organizer, sponsor, serta lembaga dan Banom NU setempat.
“Acara ini insya Allah berlangsung selama sepuluh hari. Tidak hanya pameran UMKM, tetapi juga berbagai kegiatan menarik seperti jalan sehat yang akan digelar hari Minggu nanti. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan Nahdlatut Tujjar Santri Fest 2025 ini,” ujarnya.
Pembukaan acara ini juga disiarkan langsung melalui akun YouTube NU Driyorejo Gresik, menambah luas jangkauan audiens yang turut menyaksikan kemeriahan tersebut.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Driyorejo, Drs. Imam Ashadi, M.Pd.I., dalam sambutannya menyinggung sejarah Nahdlatut Tujjar, yang merupakan salah satu cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Pergerakan kebangkitan saudagar dan pedagang ini menjadi inspirasi bagi berdirinya NU. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghidupkan kembali semangat kemandirian ekonomi di kalangan warga NU,” tuturnya.
Imam Ashadi juga menambahkan bahwa lebih dari 100 lapak UMKM memasarkan produk mereka dalam event ini. Ia optimistis kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan meriah di masa mendatang.
Mewakili Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, Dr. KH. Mulyadi, M.M., yang berhalangan hadir, Wakil Ketua PCNU Gresik, H. Sururi, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif MWCNU Driyorejo.
“Jarang ada acara NU yang berlangsung selama sepuluh hari. Biasanya hanya tiga hari. Tapi MWCNU Driyorejo mampu mengadakan acara sepuluh hari yang luar biasa. Semoga membawa berkah dan maslahat bagi masyarakat,” ungkapnya.
H. Sururi juga mengingatkan pentingnya tema Harlah ke-102 NU, yakni “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”, sebagai ajakan untuk pengurus NU di semua tingkatan agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Setelah sambutan dan doa yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Driyorejo, Drs. KH. Nurhuddin, M.Pd.I., pembukaan simbolis dilakukan dengan pemotongan pita oleh Camat Driyorejo, Muhammad Amri, S.SiT., M.AP., didampingi sejumlah anggota DPRD Gresik, tokoh NU, serta Forkopimcam Driyorejo.
Acara pembukaan semakin semarak dengan hiburan dari artis Lilin Herlina yang membawakan beberapa lagu, menghibur para pengunjung yang hadir.
Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, Nahdlatut Tujjar Santri Fest 2025 tidak hanya menjadi ajang perayaan Harlah NU, tetapi juga ruang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi melalui UMKM. MWCNU Driyorejo berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Sebagaimana disampaikan Imam Ashadi, “Dukungan dari masyarakat sangat kami harapkan agar kegiatan ini berjalan sukses dan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya.”

