Minke.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan pendidikan vokasi berbasis praktik serta kolaborasi industri. Langkah ini bertujuan menghubungkan dunia akademis dengan sektor UMKM guna memperkuat ekosistem wirausaha berbasis inovasi dan digitalisasi.
Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendukung pertumbuhan UMKM, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
“Nota kesepahaman ini adalah bukti komitmen Kementerian UMKM dalam mendorong pendidikan yang lebih aplikatif. Institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berjiwa wirausaha, memahami teknologi, dan siap berkontribusi dalam pengembangan UMKM serta digitalisasi,” ujar Arif Rahman dalam acara yang digelar di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Selasa (11/3).
Sejumlah perguruan tinggi yang turut serta dalam kerja sama ini antara lain Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI Kosgoro 1957), Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), dan Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI).
Melalui kerja sama ini, Kementerian UMKM berharap dapat memperkuat sinergi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan serta meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon wirausahawan muda. Pendidikan berbasis praktik diharapkan menciptakan lebih banyak tenaga kerja yang adaptif, inovatif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif serta berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sesmen UMKM juga menekankan pentingnya pengawalan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.
“PP Nomor 7 Tahun 2021 mengamanatkan alokasi belanja pemerintah untuk produk UMKM sebesar 40 persen. Pertanyaannya, apakah kebijakan ini sudah dioptimalkan untuk produk dalam negeri? Jika ini dijalankan dengan baik, maka akan mendorong lahirnya usaha baru dan meningkatkan daya saing UMKM sehingga mereka bisa naik kelas,” ungkap Arif Rahman.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang tersebar di lebih dari 100 lokasi di Indonesia. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan PLUT sebagai tempat praktik kewirausahaan, sekaligus menjadi konsultan bagi pelaku UMKM dalam mengerjakan tugas akhir mereka.
“Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pengusaha UMKM di PLUT, mendapatkan pengalaman nyata, dan memberikan solusi bisnis yang aplikatif bagi UMKM,” tambahnya.
Acara penandatanganan nota kesepahaman ini dihadiri oleh berbagai tokoh akademisi dan pemerintah, termasuk Rektor IBI Kosgoro 1957 Haswan Yunaz, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UKRI Fadli Tri Hartono, Rektor UICI Laode Masihu Kamaluddin, serta Sekretaris Jenderal Majelis Nasional MN-KAHMI Syamsul Qomar. Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah dan jajaran Kementerian UMKM.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pendidikan vokasi di Indonesia semakin terintegrasi dengan kebutuhan industri dan UMKM, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia usaha dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

