Minke,id – Produk kecap manis asal Bekasi, Surabraja yang diproduksi oleh PT Siraj Badawi Cukup Rupiah resmi melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi dengan total nilai USD 27.255. Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia semakin diminati di pasar internasional, khususnya di Timur Tengah.
Ekspor ini merupakan hasil kerja sama antara PT Siraj Badawi Cukup Rupiah dan CV Makmur Jaya Sentosa sebagai agregator, setelah sebelumnya menjalin kontak dagang dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arief Wibisono, yang hadir dalam pelepasan ekspor ini, menekankan bahwa ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu perluasan pasar global bagi produk-produk Indonesia.
“Momentum ini menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar ekspor. Dukungan berbagai pihak dalam program UMKM BISA ekspor perlu terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional,” ujar Arief Wibisono.
Berdasarkan data, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi pada tahun 2024 mencapai USD 2,57 miliar, mengalami peningkatan 23,82% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat USD 2,07 miliar. Beberapa produk unggulan Indonesia yang banyak diekspor ke Arab Saudi meliputi makanan dan minuman, tekstil dan produk fesyen, furniture, dan produk pertanian.
Acara pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti M. Rivai Abbas – Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan, H. Sefi Khairul Yaman – Pemilik PT Siraj Badawi Cukup Rupiah, Muhammad Hasan Gaido – Presiden Indonesia Saudi Business Council, Perwakilan Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi.
Para pemangku kepentingan berharap kesuksesan ekspor perdana ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk memperluas pasar ke luar negeri.
“Dengan adanya kerja sama strategis dan peningkatan kualitas produk, kami optimis semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar ekspor,” tambah Arief.
Keberhasilan kecap manis Surabraja dalam memasuki pasar Arab Saudi menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar di pasar internasional. Dengan terus berinovasi, menjaga kualitas, dan memanfaatkan program ekspor dari pemerintah, semakin banyak produk UMKM yang bisa naik kelas dan bersaing di kancah global.

