Minke.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengunjungi stand bazar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di halaman Gelanggang Olahraga (GOR) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Bazar UMKM ini merupakan bagian dari acara Halal Bihalal Keluarga Besar Mannah-Ademos yang digelar pada lebaran kedua, 2 Syawal 1446 Hijriah atau 1 April 2025. Beragam produk makanan dan minuman khas Bojonegoro, mayoritas hasil usaha warga Dolokgede, disajikan sebagai suguhan bagi para tamu yang hadir.
Dalam bazar ini, berbagai makanan tradisional seperti lontong kikil, lontong sayur, lontong kare, lontong soto, dan nasi pecel menjadi favorit pengunjung. Ciri khas sajian ini adalah pembungkusnya yang menggunakan daun jati, sehingga memberikan aroma khas yang semakin menggugah selera.
Ana, salah satu peserta stand bazar, menyajikan 236 porsi hidangan lontong kikil, lontong kare, dan lontong sayur. Ia mengaku sangat senang dengan adanya acara ini dan berharap dapat menjadi agenda tahunan.
“Senang sekali adanya acara ini, semoga akan terus diadakan setiap tahunnya karena dapat menambah semangat kami selaku pedagang kuliner untuk lebih mengenalkan makanan daerah kepada masyarakat luas,” ujar Ana, pengusaha lontong kikil.
Selain makanan khas, minuman tradisional juga menarik perhatian pengunjung. Salah satunya adalah teh desa Dolokgede, yang disajikan oleh Alfi, pemilik usaha teh desa.
“Sebanyak 250 cup teh desa kami sajikan di stand ini. Acara ini dapat membantu UMKM lokal di Bojonegoro. Ditunggu sekali momen kayak begini oleh warga dan pelaku usaha,” kata Alfi.
Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung UMKM di Bojonegoro. Mereka berharap kehadiran Menko PMK Pratikno dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem usaha yang lebih baik bagi pelaku UMKM.
Dari hasil pantauan di lokasi, stand yang menyajikan makanan berbungkus daun jati serta teh desa menjadi yang paling ramai diserbu pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner khas pedesaan memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi menjadi ikon wisata kuliner Bojonegoro.

