Minke.id – Sejak diresmikan oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio, kawasan Kuliner Burnik City di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, menjadi pusat keramaian baru yang membangkitkan sektor UMKM dan ekonomi masyarakat. Terlihat setiap hari, khususnya sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang Magrib, area kuliner ini dipadati pengunjung lokal maupun luar daerah.
Burnik City Situbondo bukan hanya menjadi ikon baru wisata kuliner, tapi juga menjadi simbol transformasi kawasan yang dulunya dikenal negatif menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.
Menurut Mr. KDR (Kadari), salah satu penggagas Burnik City, saat ini terdapat lebih dari 100 pelaku UMKM yang berjualan di area ini, dengan 90 persen di antaranya merupakan warga asli Dawuhan. Mereka menjajakan berbagai produk mulai dari makanan, minuman, hingga mainan anak-anak.
“Omzet harian UMKM di sini bisa mencapai Rp35 juta hingga Rp40 juta. Bahkan saat malam Minggu bisa lebih besar lagi,” jelasnya saat ditemui di lapak Es Jindul, Sabtu (24/05/2025).
Produk unggulan seperti tajin palappa, lopis, nasi karak, jigor, kenyol, jitis, hingga sempol ayam menjadi buruan pengunjung. Satu pedagang, Risky Febriana, mengaku bisa menjual 2 kg tajin palappa dalam dua jam dan memperoleh pendapatan sekitar Rp255 ribu per hari. Hal serupa dirasakan oleh Yati, pedagang lopis, yang meraup hingga Rp300 ribu per hari.
Burnik City juga menjadi bukti kepedulian Bupati Mas Rio dalam mendorong sektor UMKM Situbondo. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pengurus paguyuban terus mendorong para pedagang untuk mengurus izin usaha seperti PIRT dan BPOM, agar kualitas produk semakin terjamin.
“Kami fokus pada peningkatan kualitas dan keamanan produk UMKM. Ke depan, fasilitas seperti permainan air, kolam pancing, dan jogging track juga akan kami sediakan untuk menarik lebih banyak pengunjung,” tambah Mr. KDR.
Dengan konsep terbuka dan suasana yang nyaman, Burnik City telah menjadi destinasi kuliner keluarga favorit di Situbondo. Pengunjung tak hanya menikmati makanan khas daerah, tetapi juga pengalaman wisata kuliner yang bersih, tertata, dan aman.
Ragam kuliner khas yang ditawarkan antara lain Nasi Karak, Rujak Lontong, Ikan Tongkol Asap, Apem Lopis, Kennil, Jitis, Jigor, Jihu, Ayam Geprek, Mie Pangsit, Sempol Ayam, Es Cendol, Tajin Palappa, dan lainnya.

