Minke.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus membuktikan perannya sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Dari lorong-lorong kecil hingga pelosok desa, UMKM mampu membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan menggerakkan roda ekonomi secara berkelanjutan.
Salah satu bukti nyata kekuatan UMKM ditunjukkan dalam Festival UMKM Jawa Timur 2025 bertajuk Mojo Festival yang digelar di Mojokerto pada 17–20 Juli 2025. Pada ajang ini, tujuh UMKM asal Kabupaten Tuban tampil menonjol dan menyedot perhatian pengunjung, bahkan hingga mancanegara.
Pendamping UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Sibelawanti, S.M., M.M., menjelaskan bahwa tujuh UMKM terpilih ini membawa ragam produk khas Tuban yang menggambarkan kekayaan budaya dan sumber daya lokal. Di antaranya:
- Bella Santika: Gula lontar kristal, kecap lontar, serta aneka olahan ikan dan camilan khas.
- Barbila: Kerupuk kulit rambak, rengginang, dan camilan tradisional Sandariyah.
- Rumah Faza: Minuman segar rujak buah, es teler, dan jajanan telur gulung.
- Kopi JOJOJO: Kopi robusta khas Tuban yang kuat dan harum.
- Batik Adem Ayem dan Batik Royyan: Kain batik tulis, udeng, serta kain gedok yang kaya motif lokal.
- Oyot Craft: Kerajinan kreatif berbahan dasar akar pohon (oyot).
Antusiasme pengunjung sangat tinggi. Bahkan, seorang pengunjung asal Cina tertarik membeli gula lontar kristal, membuka potensi ekspor bagi produk berbasis pemberdayaan petani lokal tersebut.
Menurut Sibelawanti, partisipasi UMKM Tuban dalam Festival UMKM ini tidak hanya meningkatkan penjualan langsung, tetapi juga membuka jaringan pasar baru. Produk yang awalnya dikenal lokal kini berpeluang menembus pasar regional, nasional bahkan internasional.
“Event ini memberikan insight baru. Misalnya, pentingnya desain kemasan yang menarik, penggunaan bahan ramah lingkungan (eco-friendly packaging), hingga kolaborasi lintas UMKM untuk memperluas pemasaran,” ujarnya.
Festival UMKM Jawa Timur ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat brand awareness produk lokal. UMKM yang telah ikut serta diharapkan dapat berbagi pengalaman dan ilmu kepada UMKM lain di Tuban agar dapat tumbuh bersama.
Selain meningkatkan kualitas produk dan pemasaran, pelaku UMKM juga didorong aktif mengevaluasi diri, meningkatkan kreativitas, dan memanfaatkan peluang program pemerintah serta dukungan CSR untuk naik kelas.
“Yang terpenting, UMKM harus tetap semangat, adaptif, dan terus berinovasi agar bisa menghasilkan produk yang kompetitif dan berkualitas,” pungkas Sibelawanti.

