Minke.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berkomitmen memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan digital marketing yang digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto.
Pelatihan berlangsung di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, dengan peserta sebanyak 80 pelaku UMKM makanan dan minuman. Mereka dibagi menjadi dua gelombang, masing-masing 40 orang.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau akrab disapa Ning Ita, hadir langsung meninjau jalannya pelatihan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pelatihan sebelumnya yang berfokus pada peningkatan kualitas produk.
“Kali ini, peserta kami bekali keterampilan digital marketing agar mampu memperluas pasar melalui platform online,” ungkap Ning Ita, Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, jumlah UMKM di Kota Mojokerto mencapai 27.939 pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya mahir memproduksi, tetapi juga bisa memasarkan produknya secara digital agar jangkauannya semakin luas.
Selain pelatihan, Pemkot Mojokerto juga menjalankan program Sambang UMKM (Semangat Membangun UMKM). Dalam program ini, Ning Ita rutin turun langsung ke lapangan untuk meninjau aktivitas para pelaku usaha, sekaligus mendengar kendala yang mereka hadapi.
“Harapannya, UMKM Mojokerto bisa naik kelas. Bukan hanya skala produksi yang meningkat, tetapi juga omzet dan daya saingnya,” tegas Ning Ita.
Melalui penguatan kapasitas, pendampingan intensif, dan pelatihan berkelanjutan, Pemkot Mojokerto berharap UMKM lokal semakin mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan berkembangnya usaha kecil, lapangan kerja baru juga akan tercipta bagi masyarakat.
“UMKM adalah pilar ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah akan terus hadir mendampingi agar mereka semakin berdaya saing di era digital,” tutup Ning Ita.

