Minke.id – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali membuahkan hasil nyata. Salah satu kisah sukses datang dari UD. Akar Dewa Jati, UMKM binaan BRI asal Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, yang kini mampu meraih omzet hingga Rp150 juta per bulan.
Usaha yang dirintis oleh Homaedy sejak beberapa tahun lalu ini bergerak di bidang kerajinan akar kayu jati. Berkat ketekunan dan dukungan pembiayaan dari BRI, usahanya terus berkembang pesat dan dikenal luas hingga ke luar daerah.
“Saya selalu berusaha memahami apa yang disukai konsumen, menjaga kualitas produk, dan membangun kekompakan tim. Selain itu, pemasaran online juga menjadi kunci agar produk kami dikenal luas,” ujar Homaedy, pemilik UD. Akar Dewa Jati, Selasa (12/11/2025).
Untuk mendukung ekspansi bisnisnya, Homaedy memanfaatkan fasilitas Kredit Kupedes BRI senilai Rp200 juta dengan tenor tiga tahun. Dana tersebut digunakan untuk menambah bahan baku, memperluas tempat produksi, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja.
“Bank BRI selalu dekat dengan masyarakat kecil dan tanggap terhadap kebutuhan nasabah. Dukungan BRI membuat usaha kami bisa berkembang lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Nanang Sumbara, menegaskan bahwa BRI akan terus menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Menurutnya, kisah sukses UD. Akar Dewa Jati membuktikan potensi besar sektor UMKM jika diberikan akses pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“BRI berkomitmen mendukung UMKM naik kelas melalui berbagai produk pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes. Kami ingin terus memperkuat sektor UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Dengan semangat memberi makna Indonesia, BRI terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri. Dukungan kepada UMKM seperti UD. Akar Dewa Jati menjadi bukti nyata peran BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

