Minke.id – Dalam rangka memperluas pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendukung inisiatif cashless payment pemerintah, KPPN Surabaya II kembali menunjukkan komitmennya sebagai Financial Advisory melalui program Special Mission. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM binaan.
Menurut Harris Amirullah Fahman, Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Mahir KPPN Surabaya II, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pendampingan nyata terhadap pelaku UMKM agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan digital, terutama pada sektor pembayaran dan pemasaran.
“Pada 2 Desember 2025, KPPN Surabaya II menyelenggarakan kegiatan Profiling UMKM dan Pengenalan Aplikasi Digipay. Pendampingan kali ini difokuskan pada dua mitra, yaitu UMKM Tahu Baxo Bunda Rini dan UMKM Amura,” jelas Harris, Kamis (4/11/2025).
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemberdayaan menyeluruh kepada pelaku usaha lokal dengan membuka akses menuju ekosistem belanja pemerintah. Melalui Digipay, platform marketplace resmi pemerintah, UMKM diperkenalkan pada mekanisme pemasaran modern yang transparan, mudah diakses, dan berpotensi meningkatkan pendapatan.
“Dengan mendaftarkan usahanya pada Digipay, UMKM mendapatkan peluang pasar yang jauh lebih luas. Produk mereka bisa terlibat langsung dalam rantai belanja instansi pemerintah,” ujarnya.
Keunggulan Digipay tidak hanya memberikan peluang bagi UMKM untuk dikenal instansi pemerintah setempat, tetapi juga memperluas potensi penjualan hingga ke satuan kerja di luar kota. Kesempatan ini menjadi jembatan penting bagi UMKM untuk meningkatkan omzet dan memperluas jaringan bisnis.
“Semua ini sejalan dengan komitmen KPPN Surabaya II dalam mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan skala bisnis, serta berkontribusi pada percepatan digitalisasi perekonomian nasional,” tutur Harris mengakhiri.
Dengan adanya program Special Mission dan penerapan Digipay, KPPN Surabaya II terus memperkuat perannya dalam menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

