Minke.id – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai mengoptimalkan pemanfaatan anjungan di kawasan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) sebagai ruang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif dan aktivitas publik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun sektor pariwisata yang inklusif, memberdayakan pelaku seni, budaya, dan UMKM lokal.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, menjelaskan bahwa terdapat empat anjungan yang bisa difungsikan sebagai ruang kolaborasi kreatif. Namun, hingga saat ini baru satu anjungan yang terisi dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM batik Kota Blitar, lengkap dengan ruang display dan penjualan produk.
“Ada sekitar empat anjungan di kawasan PIPP. Salah satunya sudah dimanfaatkan pelaku UMKM batik. Ke depan, pemanfaatannya menunggu kajian dari Kesra,” ujar Rike.
Disbudpar masih menunggu hasil kajian dari Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Ekokesra) Setda Kota Blitar untuk menentukan peruntukan tiga anjungan lainnya. Kajian tersebut akan menjadi dasar pembagian fungsi ruang yang lebih terarah, dengan fokus pada aktivitas publik serta penguatan ekonomi kreatif.
Rike menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil langkah cepat jika hasil kajian merekomendasikan pemanfaatan anjungan untuk pusat kegiatan seni, budaya, atau UMKM.
“Jika kajiannya mengarah pada pemanfaatan ruang untuk aktivitas publik dan peluang pelaku ekonomi kreatif, maka tahun depan kami siap mendukung sepenuhnya,” katanya.
Sebagai persiapan, Disbudpar mulai menyiapkan skema kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya agar anjungan tidak hanya menjadi ruang pasif. Rencananya, anjungan dan area paseban PIPP sisi barat akan kembali dihidupkan melalui rangkaian kegiatan seni pertunjukan.
Program aktivasi tersebut mencakup pertunjukan jaranan, seni mocopatan, musik kreatif dari komunitas local, dan ruang pamer dan penjualan produk UMKM.
Konsep ini diharapkan mampu menjadikan PIPP pusat kegiatan publik yang menarik, interaktif, dan bernilai ekonomi, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
“Kami ingin anjungan dan paseban di PIPP menjadi wadah kreatif yang aktif. Pelaku seni bisa tampil, UMKM bisa memamerkan produk, dan masyarakat punya ruang berkumpul yang berkualitas,” tegas Rike.
Optimalisasi anjungan PIPP merupakan upaya jangka panjang Pemkot Blitar untuk membangun ekosistem kreatif berkelanjutan. Melibatkan pelaku seni, pengrajin, dan UMKM sebagai penggerak utama, strategi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan PIPP sebagai ruang publik produktif yang turut menggerakkan ekonomi lokal.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Blitar berharap PIPP kembali menjadi ikon ruang kreatif kota yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

