Minke.id – Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat sinergi lintas unsur Pentahelix dalam penyusunan peta jalan transformasi pemasaran UMKM sekaligus mendorong percepatan program SMK Go Global. Langkah ini menjadi bukti komitmen Kemenko PM untuk meninggalkan pola kebijakan top-down dan beralih pada pendekatan yang lebih partisipatif, inklusif, dan berbasis kebutuhan lapangan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua agenda besar yang digelar oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran di Surabaya, Kamis (11/12). Kegiatan itu meliputi Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema Rencana Alternatif Kebijakan Transformasi Pemasaran Usaha Masyarakat di Universitas Airlangga (UNAIR), serta dialog SMK Go Global di SMKN 10 Surabaya.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa pelibatan unsur Pentahelix—akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan media—merupakan syarat mutlak dalam penyusunan kebijakan yang relevan dan berdampak.
“Tugas kami bukan hanya bekerja dari balik meja. Kebijakan tidak bisa lahir dari menara gading. Ia harus lahir dari percakapan tulus dan perdebatan konstruktif, berdasarkan ‘belanja masalah’ langsung di lapangan,” ujar Leon.
Jawa Timur dipilih sebagai lokasi FKP karena menjadi barometer ekonomi nasional, sekaligus salah satu provinsi dengan pertumbuhan UMKM paling dinamis. Namun, tantangan masih banyak ditemui, mulai dari perubahan pola pikir kewirausahaan, rendahnya literasi pemasaran modern, hingga keterbatasan akses pasar digital.
Leon menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM belum mampu menembus pasar digital, bahkan ekspor, bukan semata-mata karena keterbatasan modal, tetapi juga karena ekosistem yang belum mendukung.
“Ini bukan sekadar soal modal, tetapi ekosistem. Melalui dialog hari ini, kami menyusun peta jalan yang solutif untuk mengatasi problem struktural tersebut,” tuturnya.
Melalui kolaborasi Pentahelix, Kemenko PM mendorong ekosistem pemasaran UMKM yang lebih modern, adaptif, dan mampu bersaing di pasar global. Di sisi lain, dialog SMK Go Global menekankan pentingnya menyiapkan SDM vokasi yang siap menghadapi tantangan dunia industri internasional.
Langkah terintegrasi ini diharapkan mempercepat transformasi ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM dan lulusan SMK untuk naik kelas dan berdaya saing global.

