iniSO.co – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Jawa Timur Perwakilan Situbondo menggelar pelatihan strategi marketing bagi pelaku UMKM dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran dan daya saing UMKM lokal.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 14 pelaku UMKM dan berlangsung di Aula Lantai 2 Diskoperindag Kabupaten Situbondo, Senin (29/12/2025).
Program Officer LMI Situbondo, Yunike Andriyana, menjelaskan bahwa minat pelaku UMKM terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Tercatat, sebanyak 50 orang mendaftar, namun hanya UMKM yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat difasilitasi sebagai peserta.
“Peserta diprioritaskan bagi UMKM yang masih mengalami kesulitan pemasaran dan memiliki omzet relatif kecil. Dari hasil seleksi, hanya 14 UMKM yang bisa kami libatkan,” jelas Yunike.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari strategi pemasaran digital, pentingnya kemasan produk yang menarik, hingga pemanfaatan media sosial, khususnya Facebook, sebagai sarana promosi dan penjualan.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengurusan legalitas usaha melalui Diskoperindag Kabupaten Situbondo, sebagai fondasi penting dalam pengembangan UMKM.
Mengisi materi pertama, Kepala Diskoperindag Kabupaten Situbondo, Edy Wiyono, mengapresiasi kolaborasi antara LMI dan pemerintah daerah dalam pembinaan UMKM.
“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan. Harapannya tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi bisa berkelanjutan karena jumlah UMKM di Situbondo sangat banyak dan membutuhkan pendampingan terus-menerus,” ujarnya.
Sementara itu, Yugo Prio Utomo, Tenaga Pendamping Usaha Mikro Kabupaten Situbondo, menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai syarat wajib bagi pelaku UMKM.
“Dengan legalitas usaha, UMKM akan lebih mudah berkembang dan mengakses berbagai program pendukung. Jika membutuhkan pendampingan pengurusan izin, saya siap membantu,” tegasnya.
Kisah Sukses UMKM Bangkitkan Motivasi Peserta
Pelatihan ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari Nely Yulia Safitri, pelaku UMKM rengginang. Berawal dari modal Rp700 ribu dari sisa uang saku, kini usahanya mampu memproduksi hingga 100 kilogram rengginang per hari.
“Alhamdulillah, usaha ini kini memberdayakan 15 karyawan dan bekerja sama dengan 9 nelayan lokal, dengan harga beli di atas harga tengkulak,” ungkap Nely, yang sukses memotivasi peserta.
Salah satu peserta, Mega Indrayana, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
“Materinya mudah dipahami dan sangat aplikatif. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga memperluas relasi sesama pelaku UMKM. Semoga ke depan omzet usaha kami bisa meningkat,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Yunike berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. LMI Situbondo juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan bagi UMKM binaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM binaan LMI di Kabupaten Situbondo dapat tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

