iniSO.co – Deru ombak Pantai Ria Kenjeran tak hanya membawa aroma laut, tetapi juga harapan bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup di kawasan wisata pesisir Surabaya. Di balik hiruk pikuk destinasi wisata, roda ekonomi warga terus berputar, digerakkan oleh usaha kuliner, minuman, hingga produk kreatif lokal.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya sekaligus Pelaksana Tugas Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Herry Purwadi, menegaskan bahwa kawasan wisata ini memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
“THP Kenjeran berperan penting dalam menggerakkan perekonomian warga. UPTD menyediakan lahan dan fasilitas usaha bagi pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Herry, Kamis (8/1).
Dukungan tersebut tidak hanya berhenti pada penyediaan ruang usaha. Penempatan UMKM di kawasan wisata dilakukan secara bergiliran dan terjadwal. Skema ini dirancang agar kesempatan berusaha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku UMKM yang terdaftar.
“Dengan sistem bergilir, setiap UMKM memiliki peluang yang sama. Harapannya, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu,” jelasnya.
Setiap akhir pekan, kawasan Pantai Ria Kenjeran semakin hidup dengan digelarnya Kenjeran Beach Festival. Agenda rutin setiap Sabtu dan Minggu ini menjadi magnet bagi wisatawan, sekaligus membuka ruang tambahan bagi UMKM untuk meningkatkan omzet penjualan.
Festival tersebut menghadirkan suasana berbeda yang memperpanjang waktu kunjungan wisatawan. Dampaknya, peluang transaksi bagi pedagang kuliner, minuman, hingga produk kreatif lokal pun meningkat seiring ramainya pengunjung.
“Produk UMKM yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari kuliner khas pesisir, minuman, hingga produk kreatif lainnya,” tambah Herry.
Tak hanya pedagang di area wisata, dampak ekonomi juga dirasakan oleh nelayan dan penjual hasil laut. Tingginya kunjungan wisata mendorong meningkatnya permintaan ikan dan produk laut segar. Meski begitu, aktivitas ekonomi di kawasan pesisir tetap menghadapi tantangan alam.
Cuaca yang tidak menentu serta pasang surut air laut kerap memengaruhi aktivitas nelayan dan minat kunjungan wisatawan. Hujan yang turun di akhir pekan, misalnya, sering berdampak langsung pada penurunan omzet UMKM.
“Jika hujan turun, minat wisatawan biasanya menurun. Situasi ini tentu berpengaruh terhadap penjualan UMKM dan pedagang di kawasan wisata,” ungkapnya.
Meski dihadapkan pada tantangan cuaca, denyut ekonomi UMKM Pantai Ria Kenjeran terus berusaha bertahan dan beradaptasi. Di antara riak ombak dan dinamika alam, UMKM pesisir menjadi wajah ketahanan ekonomi lokal, yang menghubungkan potensi wisata, kearifan pesisir, dan semangat wirausaha warga Surabaya.

