iniSO.co – Pusat Layanan Kemasan (PLK) Banyuwangi terus menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sepanjang tahun 2025, PLK Banyuwangi mencatat capaian signifikan dengan melayani pencetakan sebanyak 36.235 kemasan produk UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam memberikan kemudahan akses layanan kemasan bagi pelaku UMKM.
Menurut Nanin, keberadaan PLK Banyuwangi menjadi solusi konkret atas kendala klasik UMKM, khususnya terkait biaya cetak kemasan yang tinggi serta persyaratan jumlah minimal cetak yang kerap memberatkan pelaku usaha kecil.
Selama ini, banyak UMKM Banyuwangi terpaksa mencetak kemasan ke luar daerah seperti Surabaya, Malang, hingga Mojokerto. Selain membutuhkan biaya besar, jumlah minimal cetak yang ditetapkan percetakan luar daerah sering kali tidak sesuai dengan kapasitas produksi UMKM.
“Untuk itu, Pemkab Banyuwangi melalui Diskopumdag berupaya memperjuangkan supaya PLK bisa ada di Banyuwangi. Kami berharap UMKM dapat memanfaatkan PLK ini secara maksimal,” ujar Nanin, Kamis (15/1/2026).
Tak hanya melayani cetak kemasan, PLK Banyuwangi juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada UMKM. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 714 UMKM mengikuti layanan konsultasi usaha.
Selain itu, 76 UMKM difasilitasi pembuatan logo, serta 95 UMKM mendapatkan fasilitasi legalitas usaha, meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga sertifikasi halal.
PLK Banyuwangi juga membantu peningkatan kualitas promosi produk melalui layanan foto produk yang dimanfaatkan oleh 37 UMKM. Sementara itu, layanan desain dan cetak kemasan menjadi yang paling diminati dengan total 494 UMKM pengguna layanan.
Jenis Kemasan Paling Banyak Dicetak Sepanjang 2025
Dari total 36.235 kemasan yang dicetak selama 2025, jenis kemasan yang paling banyak diproduksi adalah standing pouch non ziplock sebanyak 14.053 pcs. Disusul box art paper 8.710 pcs dan standing pouch ziplock 7.709 pcs.
Selain itu, PLK Banyuwangi juga mencetak 2.098 pcs kemasan center seal, 1.465 pcs stiker, 1.018 pcs spunbond, 924 pcs kardus, serta 258 pcs paper bag.
Seluruh layanan PLK Banyuwangi dirancang untuk mendorong UMKM Bumi Blambangan naik kelas. Skema cetak kemasan dilakukan secara bertahap, dengan jumlah awal maksimal 50 pcs, sehingga pemerintah daerah dapat memantau perkembangan UMKM secara lebih terukur.
“Jika kemasan cepat habis dan UMKM kembali mencetak, itu menjadi indikator bahwa produknya diterima pasar. Sebaliknya, jika lambat atau tidak berlanjut, kami bisa melakukan evaluasi dan intervensi lanjutan,” jelas Nanin.

