iniSO.co – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan melibatkan enam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.
Mitra dapur SPPG Desa Bradag, Luluk Nasruatin, mengungkapkan bahwa pelibatan UMKM dilatarbelakangi keprihatinan karena selama ini pelaku usaha kecil jarang mendapat ruang dalam program pemerintah.
“Dengan adanya program dari pemerintah, kami melibatkan UMKM dan ibu-ibu kader di sekitar SPPG Desa Bradag,” ujar Luluk.
Ia menjelaskan, enam UMKM yang digandeng berasal dari wilayah Desa Bradag dan Kecamatan Kunduran. Tiga UMKM berada di RT 01, sementara lainnya melibatkan ibu-ibu PKK yang selama ini kerap hanya diposisikan sebagai relawan.
SPPG Desa Bradag mendorong ibu-ibu PKK dan UMKM untuk memproduksi berbagai olahan pangan bergizi, seperti kue bolu, pangsit, keripik tempe, roti salju, dan aneka makanan pendamping lainnya.
“Selama ini ibu-ibu PKK sering dianggap hanya relawan. Dari SPPG Bradag, inisiatifnya adalah menggandeng mereka sebagai pelaku ekonomi,” jelas Luluk.
Dengan total 1.156 penerima manfaat B3, program ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Bradag.
Pelaku UMKM Merasakan Dampak Positif
Salah satu produsen roti asal Desa Bradag, Fitri, mengaku sangat terbantu dengan adanya kerja sama bersama SPPG Desa Bradag.
“Alhamdulillah, terbantu karena pendapatan harian bisa ikut meningkat. Untuk adonan tergantung pesanan, tapi sekarang rata-rata bisa menghabiskan sampai 12 kilogram adonan per hari,” ungkapnya.
Menurut Fitri, keterlibatan dalam program ini memberikan kepastian produksi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan.
Melalui pelibatan UMKM lokal, SPPG Desa Bradag tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi kelompok rentan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dan kader PKK menjadi contoh sinergi yang efektif dalam pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat.

