iniSO.co – PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan penuh pasokan energi di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantura) guna menghadapi lonjakan kebutuhan selama arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Fokus utama Pertamina adalah menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di SPBU, khususnya di jalur non-tol yang menjadi favorit pemudik kendaraan roda dua maupun roda empat.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi kepadatan di sejumlah titik rawan di Pantura.
“Kami telah memetakan titik-titik rawan kemacetan. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyiagakan layanan motoris yang siap mengantarkan BBM langsung ke kendaraan yang terjebak macet,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Pertamina memastikan seluruh infrastruktur energi, mulai dari terminal BBM hingga SPBU di jalur kritis, beroperasi penuh selama 24 jam. Langkah ini dilakukan demi menjamin distribusi energi tetap lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Salah satu titik penting adalah SPBU Muri Tegal yang dikenal memiliki fasilitas lengkap bagi pemudik. SPBU ini bahkan pernah mencatat rekor di Museum Rekor Indonesia pada 2008.
Manajer SPBU, Sinta Fitria, menyebut berbagai fasilitas tambahan telah disiapkan.
“Kami menyediakan ratusan toilet, area istirahat, pusat oleh-oleh UMKM, hingga penginapan yang bersih dan terjangkau,” ujarnya.
Tak hanya SPBU, Pertamina juga menghadirkan lokasi istirahat berbasis pemberdayaan masyarakat dan energi ramah lingkungan, salah satunya Danau Cinta Eco Resort.
Kawasan yang sebelumnya terbengkalai ini kini berkembang menjadi destinasi wisata sekaligus pusat edukasi energi terbarukan.
Manajer kawasan, Enjang Ramdani, mengatakan tempat tersebut kini menjadi penggerak ekonomi baru.
“Danau ini kini menjadi destinasi wisata kreatif sekaligus pusat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam mendukung ekonomi daerah, Pertamina juga menggandeng pelaku UMKM di sepanjang Pantura. Salah satunya kafe binaan di Batang, Jawa Tengah, yang melibatkan petani kopi lokal.
Pemilik kafe, Wiweko, mengungkapkan usahanya telah membina lebih dari 1.000 petani kopi.
“Kami mengembangkan kopi Arabika, Robusta, hingga Liberika bersama para petani,” tuturnya.
Melalui berbagai inisiatif ini, Pertamina ingin memastikan arus mudik tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Keberadaan SPBU dan mitra binaan harus memberi manfaat nyata. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung ekonomi inklusif,” tambah Baron.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi serta memastikan kondisi kendaraan sebelum perjalanan. Pengisian BBM lebih awal menjadi langkah penting agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

