iniSO.co – Produk halal dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun mempercepat sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat membuka Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Halal di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu (29/4/2026).
Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan, sertifikasi halal saat ini bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi kebutuhan pasar sekaligus bentuk perlindungan konsumen.
“Produk yang memiliki jaminan halal akan memiliki keunggulan tersendiri, baik dari sisi kepercayaan konsumen, perluasan pasar, maupun peningkatan nilai tambah produk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, percepatan sertifikasi halal sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), terutama dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
“Negara telah hadir melalui regulasi yang kuat, salah satunya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro dan kecil,” jelasnya.
Pemkab Mojokerto, lanjutnya, terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong sertifikasi halal. Program tersebut sebelumnya turut didukung Universitas Airlangga, PT Ajinomoto Indonesia, dan Bank Indonesia.
“Hingga saat ini, telah terfasilitasi sekitar 500 sertifikat halal bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Mojokerto. Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah hadir untuk mendorong UMKM agar mampu tumbuh dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam jangka pendek, Pemkab Mojokerto mendorong percepatan literasi halal serta pendampingan intensif bagi pelaku usaha. Selain itu, layanan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal diupayakan terintegrasi agar lebih mudah dan cepat.
“Ini penting agar para pelaku usaha tidak merasa terbebani, tetapi justru terbantu untuk naik kelas,” tegasnya.
Sementara dalam jangka panjang, Pemkab Mojokerto menargetkan daerahnya menjadi salah satu pusat ekonomi berbasis halal yang kuat di Jawa Timur.
“Kita ingin melihat UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bukti pendaftaran merek kepada pelaku industri kecil dan menengah sebagai bagian dari penguatan daya saing produk daerah.
Gus Barra turut mengajak pelaku usaha untuk tidak ragu mengurus sertifikasi halal. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan pendampingan.
“Mari kita jadikan ikhtiar ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun ekonomi daerah yang kuat, berdaya saing, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Mojokerto,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Noerhono, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Mojokerto sebagai pusat UMKM halal yang berdaya saing dan berkelanjutan,” jelasnya.

