iniSO.co – Pemerintah Kabupaten Jember melalui sejumlah instansi terkait terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan Keamanan Pangan yang digelar pada 12–13 Mei 2026.
Program kolaborasi antara Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember itu bertujuan meningkatkan kualitas produksi UMKM, menjamin keamanan pangan, memenuhi legalitas usaha, hingga mendorong inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Sebanyak 100 pelaku usaha pangan industri rumah tangga mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan yang digelar di Aston Jember Hotel & Conference Center. Kegiatan ini menjadi salah satu syarat penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni mengatakan pemahaman mengenai keamanan pangan sangat penting agar produk UMKM aman dikonsumsi dan memiliki daya saing di pasaran.
“Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti post test dan dinyatakan lulus sehingga syarat penerbitan izin PIRT dapat terpenuhi,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Materi pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Pada hari pertama, perwakilan Balai Pengawas Obat dan Makanan memberikan edukasi mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), standar kebersihan, proses produksi, serta pengendalian mutu produk pangan.
Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM, Mia Riswani turut menjelaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan. Sementara materi penggunaan Bahan Tambahan Pangan secara aman disampaikan oleh Diana Pristawiti Novira.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan terkait kelengkapan dokumen produksi pangan industri rumah tangga dari Fasilitator Nasional Keamanan Pangan, Yosie Ermawan. Selain itu, penyuluh keamanan pangan Dinkes PPKB Jember juga memberikan materi mengenai teknologi proses pangan dan pelabelan produk.
Salah satu peserta, Jefri Rasio mengaku mendapatkan wawasan baru terkait penggunaan bahan tambahan pangan yang aman untuk inovasi produk olahan.
Pada waktu yang sama, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek Peningkatan Kualitas Produk di PLUT KUMKM Jember.
Kepala Diskopumdag Jember, Sartini mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha karena membantu meningkatkan kualitas produk dan sistem pemasaran UMKM.
Bimtek difokuskan pada praktik pembuatan inovasi olahan bakso yang memiliki nilai jual tinggi dan pasar luas. Peserta dilatih meningkatkan kualitas rasa, tekstur, hingga tampilan produk agar mampu menjadi produk unggulan daerah.
Selain pelatihan praktik, kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis bahan praktik dan produk percontohan kepada peserta sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha makanan olahan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Jember menargetkan pelaku UMKM tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga mulai memperhatikan aspek branding, pemasaran, legalitas usaha, keamanan pangan, hingga inovasi produk.
Peningkatan kualitas dan pemahaman standar keamanan pangan tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung penggerak ekonomi daerah di Kabupaten Jember.

