iniSO.co – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui kegiatan literasi permodalan yang digelar di ruang pertemuan Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 35 pedagang dan pelaku UMKM dari tujuh pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, yakni Pasar Senen, Pasar Besuk, Pasar Kotaanyar, Pasar Semampir, Pasar Paiton, Pasar Kebonagung dan Pasar Wangkal. Masing-masing pasar mengirimkan lima perwakilan untuk mendapatkan edukasi terkait akses pembiayaan usaha yang aman dan terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, DKUPP Kabupaten Probolinggo menggandeng Bank UMKM Jawa Timur sebagai narasumber untuk memberikan sosialisasi mengenai berbagai skema pembiayaan usaha, termasuk Program Kredit Sejahtera (Prokesra) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Usaha Mikro, Aditia Arya Guntoro, mengatakan literasi permodalan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai akses pembiayaan resmi yang legal dan memiliki bunga rendah.
“Bank UMKM Jawa Timur memiliki Program Kredit Sejahtera atau Prokesra yang memberikan fasilitas kredit dengan bunga hanya 3 persen per tahun. Program ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan bunganya disubsidi oleh Gubernur Jawa Timur,” kata Adit.
Menurutnya, masih banyak pedagang pasar tradisional yang belum mengetahui adanya fasilitas kredit berbunga rendah tersebut. Akibatnya, sebagian pelaku usaha masih bergantung pada pinjaman harian dengan bunga tinggi yang dapat membebani perkembangan usaha mereka.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada para pedagang pasar agar tidak terjerat pinjaman dari bank harian yang bunganya bisa mencapai sekitar 30 persen. Dengan adanya informasi ini, mereka memiliki alternatif permodalan yang lebih ringan dan menguntungkan,” ujarnya.
Adit menjelaskan akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro. Dukungan modal yang cukup dengan bunga terjangkau dinilai mampu membantu pelaku UMKM memperluas usaha tanpa terbebani biaya pinjaman yang tinggi.
Selain mendapatkan informasi mengenai Program Kredit Sejahtera, peserta juga memperoleh pemahaman tentang persyaratan pengajuan kredit, mekanisme pembiayaan hingga pengelolaan keuangan usaha yang baik agar pemanfaatan modal dapat berjalan optimal.
DKUPP Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan literasi permodalan ini dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengakses lembaga keuangan formal sekaligus memperkuat daya saing usaha mereka di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
“Dengan semakin banyak pelaku UMKM yang memahami akses pembiayaan resmi, diharapkan pertumbuhan usaha mikro di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya.

