Oleh: Gatot SundoroÂ
iniSO.co – Dalam Islam, penyakit hati bukanlah penyakit secara fisik, melainkan penyakit batin yang merusak jiwa dan keimanan seseorang.
Penyakit hati muncul akibat bisikan setan, hawa nafsu dan kelalaian dalam beribadah kepada ALLOH.
ALLOH SWT berfirman dalam Al-Qur’an , surat Al-Hajji ayat 53, ” Agar DIA menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang orang yang di dalam hatinya ada penyakit.”
Jika penyakit hati ini tidak segera diatasi, maka berakibat seseorang akan semakin jauh dari kebaikan dan mendekatkannya pada keburukan serta kemaksiatan.
Berikut penyakit hati yang wajib dihindari oleh umatnya Nabi Muhammad Saw, yaitu:
1. Riya / Pamer.
Suatu amal kebajikan yang dilakukan untuk riya dengan tujuan agar mendapat pujian atau dilihat orang, bukan karena ALLOH adalah bentuk kesyirikan kecil yang sangat berbahaya.
Rasulullah Saw pernah bersabda:” Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya:” Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?”
Beliau, menjawab:” Riya.” (HR. Ahmad)
2. Hasad (iri dengki).
Hasad adalah perasaan iri hati terhadap nikmat yang dimiliki orang lain serta berharap agar nikmat tersebut hilang.
Hasad dapat merusak amal dan menimbulkan rasa kebencian.
Rasulullah Saw pernah bersabda:” Jauhilah hasad, karena hasad akan memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).
3. Takabur (Sombong)
Sombong adalah merasa diri sendiri lebih baik dari orang lain, baik dari hal ilmu, harta, pangkat/kedudukan maupun beribadah.
ALLOH SWT sangat benci kesombongan; sebagaimana firman-NYA yang diabadikan dalam Al-Qur’an, surat An-Nisa’ ayat 36, ” Sesungguhnya ALLOH tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
4. Ujub (Bangga diri berlebihan).
Ujub adalah perasaan bangga terhadap dirinya sendiri tanpa menyadari bahwa segala sesuatu datangnya dari ALLOH.
Sifat ujub ini dapat mengurangi pahala amal kebaikan seseorang karena merasa dirinya lebih baik tanpa memperhitungkan pertolongan dari-NYA.
5. Sum’ah (Mencari popularitas dalam ibadah).
Sum’ah adalah melakukan amal kebaikan agar terkenal dan dipuji oleh orang lain, mirip dengan riya’; namun sum’ah lebih focus pada pencitraan diri agar namanya viral.
6. Bakhil (Kikir).
Bakhil atau kikir adalah sifat enggan beramal baik, terutama amalan hartanya atau bantuan kepada orang lain meskipun dia mampu/sangat mampu.
ALLOH SWT mencela sifat ini melalui firman-NYA:” Dan jangan sekali kali orang orang yang kikir dengan apa yang telah diberikan oleh ALLOH kepada mereka dari karunia-NYA menyangka bahwa (kepikiran itu) baik bagi mereka. Sebenarnya, itu buruk bagi mereka….” (QS. Ali Imran:180).
Cara cara mengatasi/ menghindari penyakit hati ini adalah:
– Riya; cara menghindarinya adalah dengan meluruskan niat hanya untuk ALLOH semata, perbanyaklah ibadah dengan rahasia (sembunyi) dan ingatlah pada diri sendiri bahwa pujian manusia tidak ada nilainya disisi sang Maha Pencipta.
– Hasad; Cara menghindarinya adalah dengan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh ALLOH SWT, berdoa agar hati dibersihkan, dijauhkan dari rasa iri dan dengki dan selalu mawas diri bahwa rezeki setiap orang sudah ditetapkan oleh ALLOH SWT.
– Takabur (Sombong); Cara menghindarinya adalah dengan menyadari bahwa semua kelebihannya adalah pemberian dari ALLOH SWT, mengingatkan bahwa ia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah juga, rendah hati dan menghargai orang lain.
– Ujub (Bangga diri berlebihan); Cara menghindarinya adalah dengan menyadari bahwa semua kemampuannya adalah anugerah dari ALLOH, berdoa kepada ALLOH agar diberi sifat yang rendah hati dan menghindari pembicaraan yang berlebihan, jauhkan diri dari segala puji pujian yang justru menjerumuskan.
– Sum’ah (Mencari popularitas); Cara menghindarinya adalah dengan beribadah yang disertai niat yang tulus karena ALLOH, tidak menceritakan amalannya kepada orang lain tanpa alasan yang jelas dan memperbanyak ibadah secara tersembunyi.
– Bakhil (Kikir); Cara menghindarinya adalah dengan meyakinkan diri bahwa apa yang diberikan merupakan karunia dari ALLOH, dan perbanyak sedekah.
Penyembuh penyakit hati adalah Al Qur’an; Al Qur’an merupakan penyembuh berbagai penyakit kebodohan dan kesesatan yang ada di dalam hati.
Hati dapat mengalami sakit sebagaimana tubuh yang sakit dan obatnya adalah taubat dan berdoa agar terlindungi diri dari maksiat.
Hati dapat berkarat sebagaimana cermin yang berkarat, agar hati mengkilap, bersih obatnya adalah perbanyaklah berzikir.
Hati bisa juga telanjang, sebagaimana tubuh yang telanjang. Oleh karena itu obatnya adalah dengan menghiasinya dengan taqwa.
Hati juga bisa lapar bahkan mengalami kelaparan dan kehausan, sebagaimana tubuh yang mengalami lapar dan haus. Makanan dan minumannya adalah makrifat (Pengetahuan tentang ALLOH), cinta kepada ALLOH, tawakal, selalu melibatkan ALLOH dalam segala hal.

